![]() |
| Diskusi ringan penuh makna, Kabid Sapras Sumbar, Beny Wahyudi, ST. MT, bersama jurnalis. |
Padang, MP----- Suasana hangat dan penuh keakraban terasa dalam pertemuan silaturahmi antara Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sapras) Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Beny Wahyudi, ST, MT, dengan kalangan jurnalis, Kamis (2/4), di ruang kerjanya di lantai 3 Kantor Dinas Pendidikan Sumbar.
Pertemuan tersebut dihadiri jurnalis media momenpembaruan.com, Darmen Rajo Alam, serta Ketua Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Kota Padang yang juga mantan Pemimpin Perusahaan Padang Ekspres, Mukhtisar. Momen ini tidak sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang dialog yang konstruktif antara pemerintah dan insan pers.
Dalam perbincangan yang berlangsung santai namun substansial, Beny Wahyudi menegaskan pentingnya peran jurnalis sebagai mitra strategis pemerintah. Menurutnya, media memiliki posisi vital sebagai jembatan informasi yang menghubungkan program-program pemerintah dengan masyarakat luas.
“Jurnalis adalah corong informasi pemerintah. Melalui media, berbagai ide, gagasan, dan program kerja yang kami jalankan bisa tersampaikan secara utuh dan transparan kepada masyarakat,” ujar Beny.
Kedekatan Beny dengan dunia jurnalistik bukan tanpa alasan. Ia mengungkapkan bahwa sebelum meniti karier di birokrasi, dirinya pernah menjadi bagian dari insan pers di salah satu media harian ternama di Sumatera Barat, yakni Harian Haluan. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bekal berharga dalam memahami cara kerja media sekaligus membangun komunikasi yang efektif dengan jurnalis.
“Saya dulu pernah menjadi jurnalis di Harian Haluan. Jadi dunia jurnalistik sudah menjadi bagian dari perjalanan hidup saya. Saya memahami bagaimana teman-teman media bekerja, termasuk tantangan dan idealisme yang dijaga,” ungkapnya.
Pengalaman itu pula yang membuat Beny dikenal dekat dan terbuka dengan kalangan jurnalis. Ia menyadari bahwa hubungan yang baik antara pemerintah dan media akan melahirkan informasi yang akurat, berimbang, serta membangun kepercayaan publik.
Lebih lanjut, Beny memaparkan tugas dan fungsi Bidang Sarana dan Prasarana (Sapras) yang dipimpinnya. Bidang ini memiliki peran strategis dalam memastikan ketersediaan, kelayakan, serta pemerataan fasilitas pendidikan di seluruh wilayah Sumatera Barat.
Menurutnya, Sapras tidak hanya bertanggung jawab dalam pembangunan fisik sekolah, tetapi juga mencakup pemeliharaan, rehabilitasi, hingga pengadaan fasilitas pendukung pembelajaran seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, hingga sarana penunjang lainnya.
“Bidang Sapras berfokus pada bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang layak, aman, dan nyaman bagi peserta didik. Ini bukan hanya soal bangunan, tetapi juga tentang memastikan kualitas pendidikan dapat ditunjang oleh fasilitas yang memadai,” jelasnya.
Ia menambahkan, tantangan geografis Sumatera Barat yang beragam, mulai dari daerah perkotaan hingga wilayah terpencil, menjadi perhatian serius dalam pemerataan pembangunan sarana pendidikan. Karena itu, pihaknya terus berupaya melakukan perencanaan yang tepat sasaran dan berkeadilan.
Dalam nuansa humanis, Beny juga menyampaikan bahwa di balik setiap program pembangunan, terdapat harapan besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan media. Diharapkan, kolaborasi ini dapat menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, serta mampu memberikan edukasi positif kepada masyarakat.
Silaturahmi ini menjadi bukti bahwa komunikasi yang baik antara pemerintah dan jurnalis merupakan fondasi penting dalam mendukung pembangunan, khususnya di sektor pendidikan di Sumatera Barat.
(Red)
