![]() |
| Pengendara terpaksa mendorong sepeda motor nya akibat genangan air yang menutup badan Jalan Nasional Malepang–Bukit Buai. |
Tapan, MP----- Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Rabu (13/5/2026), mengakibatkan luapan air merendam ruas Jalan Nasional Malepang–Bukit Buai. Genangan yang terjadi hanya setelah sekitar dua jam hujan turun itu membuat arus lalu lintas terganggu dan kendaraan roda dua tidak dapat melintas.
![]() |
| Hujan sekitar dua jam menyebabkan air meluap ke badan jalan nasional dan menghambat arus lalu lintas di Tapan. |
Pantauan di lokasi, air meluap dari saluran drainase dan menutup badan jalan nasional dengan ketinggian bervariasi. Kondisi tersebut memicu antrean kendaraan dari dua arah, sementara pengendara sepeda motor memilih berhenti di bahu jalan karena khawatir terseret arus maupun mengalami kerusakan mesin.
Tokoh masyarakat setempat, Aidul Gapur, menilai kondisi tersebut menunjukkan sistem drainase dan pengendalian aliran air di kawasan itu perlu segera mendapat perhatian serius pemerintah dan instansi terkait.
“Baru sekitar dua jam hujan turun, air sudah meluap sampai ke badan jalan nasional. Ini tentu sangat mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan. Kondisi seperti ini jangan dibiarkan terus berulang karena ruas ini merupakan jalur penting penghubung antarwilayah,” ujar Aidul Gapur.
Ia menegaskan, pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap saluran air, sedimentasi, hingga kondisi topografi di sekitar jalan agar luapan air tidak terus mengancam keselamatan pengguna jalan saat curah hujan tinggi.
Keluhan serupa disampaikan masyarakat sekitar yang menyebut genangan di ruas tersebut kerap terjadi ketika hujan deras mengguyur kawasan Tapan. Mereka berharap ada langkah penanganan permanen, bukan sekadar pembersihan sementara.
“Kalau hujan deras, kami selalu waswas. Air cepat naik dan menutup jalan. Aktivitas masyarakat jadi terganggu, apalagi ini jalan nasional yang ramai dilalui kendaraan besar,” ungkap salah seorang warga.
Sejumlah pengguna jalan juga mengaku terhambat akibat genangan yang membuat akses transportasi praktis lumpuh untuk kendaraan kecil. Banyak pengendara roda dua memilih memutar arah atau menunggu air surut.
“Saya dari arah Bengkulu menuju Padang, tapi motor tidak bisa lewat karena air cukup dalam. Takut mesin mati di tengah genangan,” kata seorang pengendara sepeda motor di lokasi.
Hal senada disampaikan seorang pengemudi mobil angkutan yang meminta pemerintah segera melakukan penanganan serius agar jalur utama tersebut tidak terus menjadi titik rawan banjir saat hujan turun.
“Ini jalur nasional, mobil logistik dan kendaraan umum lewat setiap hari. Kalau hujan sebentar saja sudah tergenang, tentu berdampak besar terhadap kelancaran transportasi dan distribusi barang,” ujarnya.
Masyarakat berharap instansi terkait segera turun melakukan peninjauan lapangan serta normalisasi drainase guna mencegah kerusakan jalan dan gangguan lalu lintas yang lebih parah pada musim hujan.
(Ps/red)

