-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Walinagari Diminta Keluar dari Zona Rutinitas Jelang MUBES FDSB 2026

Sabtu, 09 Mei 2026 | Mei 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-09T04:21:57Z

Sijunjung, MP----- Pendiri Utama Forum Dinamika Sumatera Barat (FDSB), Nof Hendra, menyerukan perubahan pola kepemimpinan di tingkat nagari menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar (MUBES) FDSB 2026. Menurutnya, para Walinagari di Sumatera Barat harus berani keluar dari rutinitas birokrasi dan mulai fokus menghadirkan program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.


Pernyataan tersebut disampaikan Nof Hendra di Sijunjung usai melaksanakan olahraga jalan kaki pagi, Sabtu (9/5/2026), melalui pesan WhatsApp kepada awak media.


Ia menilai, selama ini sebagian pemerintahan nagari masih terlalu terpaku pada urusan administratif, kegiatan seremonial, hingga penyaluran bantuan sosial dengan pola data yang stagnan. Padahal, masyarakat membutuhkan langkah konkret yang menyentuh kebutuhan dasar dan pembangunan jangka panjang.

“Walinagari jangan hanya terpaku pada kegiatan administratif, seremonial, penyaluran bansos yang datanya itu-itu saja, atau sekadar penjaringan bakal calon kepala jorong,” tegas Nof Hendra.


Menurutnya, arah pembangunan nagari ke depan harus bertumpu pada empat sektor utama, yakni pemberdayaan ekonomi masyarakat, pendidikan berkualitas bagi generasi muda, pelayanan kesehatan yang layak, serta pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, fasilitas olahraga, dan fasilitas umum lainnya.


Nof Hendra juga menyoroti pentingnya membangun karakter generasi muda di nagari melalui aktivitas positif dan produktif. Ia mendorong Walinagari untuk aktif menghidupkan kegiatan olahraga, kesenian, pendidikan keagamaan di surau dan TPA/TPQ, hingga program bike to school (BTS) guna membentuk budaya hidup sehat dan disiplin sejak dini.


Ia mengingatkan bahaya ketergantungan anak-anak terhadap gawai, permainan daring, dan penggunaan sepeda motor di usia belum cukup. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh elemen nagari.

“Jangan biarkan anak-anak nagari hanya main ponsel, game online, dan sepeda motor. Itu berbahaya. Mereka belum cukup umur untuk punya SIM,” ujarnya.


Bagi pelajar yang menempuh jarak sekolah cukup jauh, Nof Hendra menyarankan adanya dukungan orang tua maupun penyediaan transportasi antar-jemput yang aman dan terorganisir.


Lebih jauh, ia mengajak pemerintah nagari memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dan para perantau dalam membangun sumber daya manusia. Program yang didorong antara lain penguatan remaja masjid, kursus bahasa asing, pelestarian seni tradisional, pengembangan olahraga prestasi, hingga pendidikan bela diri dan permainan strategi seperti catur sejak usia dini.


Selain pembangunan SDM, Nof Hendra menilai gerakan sosial dan kepedulian lingkungan harus menjadi agenda utama di setiap nagari. Ia mendorong kegiatan gotong royong massal, pelestarian sungai dan hutan, serta kampanye penghematan energi dan air bersih sebagai bagian dari budaya masyarakat modern berbasis adat.


Menurutnya, keberhasilan pembangunan nagari juga sangat ditentukan oleh kemampuan Walinagari membangun komunikasi lintas unsur. Karena itu, ia meminta seluruh pemimpin nagari aktif berkoordinasi dengan kepala jorong, niniak mamak, alim ulama, tokoh pemuda, bundo kanduang, aparat keamanan, sekolah, puskesmas, hingga pengelola pasar dan Badan Usaha Milik Nagari (BumNag).


Sementara itu, warga Kenagarian Lubuk Tarok–Ranah Godok Obuih, Kecamatan Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, Erwan yang akrab disapa Mak Keren, menyambut positif gagasan tersebut.

“Ini masukan yang bagus. Walinagari memang harus berani berinovasi. Jangan cuma tanda tangan, stempel dan foto-foto,” ujarnya.


Nof Hendra berharap, gagasan tersebut dapat menjadi refleksi bersama menjelang pelaksanaan MUBES FDSB 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Padang pada 12 September 2026 mendatang.

“Nagari kuat, Sumbar bermartabat,” tutupnya.

(Red)

×
Berita Terbaru Update