![]() |
| Ilman tampil sederhana dengan senyum ramah saat melayani pelanggan di kios jahit Cahaya Dunia, Pasar Alai. |
Padang, MP----- Di tengah derasnya arus mode instan dan maraknya pakaian produksi pabrik, sebuah kios jahit sederhana di kawasan Pasar Alai, Kota Padang, tetap bertahan dan dicari pelanggan lintas generasi. Tempat itu bernama Cahaya Dunia, usaha jahit keluarga yang kini diteruskan oleh Ilman, seorang penjahit muda yang dikenal teliti, ramah, dan piawai menjaga kualitas jahitan warisan orang tuanya.
Bagi masyarakat sekitar, Cahaya Dunia bukan sekadar tempat memperbaiki atau membuat pakaian. Usaha jahit tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan hidup banyak keluarga di Padang. Mulai dari seragam sekolah, baju pesta, pakaian pengantin, hingga pakaian kerja, semuanya pernah dikerjakan dengan tangan dingin keluarga penjahit itu.
Ilman mengatakan dirinya hanya berusaha menjaga amanah dan nama baik usaha yang telah dibangun orang tuanya sejak puluhan tahun lalu. Meski tantangan usaha jahit semakin berat akibat persaingan industri modern, ia memilih tetap bertahan karena profesi itu sudah menjadi bagian dari hidupnya.
“Kami hanya ingin menjaga kepercayaan pelanggan. Dari dulu orang tua saya selalu mengajarkan bahwa jahitan itu bukan sekadar pekerjaan, tapi soal tanggung jawab dan kepuasan orang yang memakai pakaian tersebut,” ujar Ilman kepada wartawan yang mewawancarainya, Sabtu (9/5/2026).
Ia mengaku mulai belajar menjahit sejak masih kecil dengan melihat langsung proses kerja kedua orang tuanya di kios sederhana tersebut. Dari memasang benang, mengukur badan pelanggan, hingga memahami pola pakaian, semuanya dipelajari secara perlahan.
“Dulu saya sering diminta membantu hal-hal kecil. Lama-lama belajar sendiri. Orang tua selalu mengajarkan supaya teliti dan jangan mengecewakan pelanggan. Nilai itu yang saya pegang sampai sekarang,” katanya.
Menurut Ilman, pelanggan yang datang bukan hanya warga sekitar Pasar Alai, tetapi juga banyak pelanggan lama yang tetap setia meski sudah pindah rumah atau bekerja di luar kota. Bahkan, ada pelanggan yang kini datang bersama anak-anak mereka karena sejak kecil sudah mengenal Cahaya Dunia.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menjadi alasan tersendiri mengapa usaha jahit itu tetap bertahan. Banyak pelanggan merasa nyaman karena pelayanan yang ramah dan hasil jahitan yang dinilai rapi serta sesuai keinginan.
Salah seorang pelanggan lama, Rina (52), mengaku keluarganya sudah menjadi pelanggan Cahaya Dunia sejak masa orang tuanya masih hidup.
“Dari zaman ibu saya dulu sudah menjahit di sini. Sekarang saya, bahkan anak-anak saya juga masih ke sini. Jahitannya rapi dan orangnya jujur. Kalau ada yang kurang cocok pasti diberi tahu baik-baik,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Yusrizal (61), warga Padang yang mengaku telah mengenal usaha jahit tersebut lebih dari tiga dekade.
“Dulu saya buat celana sekolah di sini, sekarang baju kerja juga masih di sini. Rasanya beda kalau dijahit orang yang memang paham dan sabar. Ilman meneruskan usaha orang tuanya dengan baik,” katanya.
Sementara itu, pelanggan lama lainnya, Darmen Rajo Alam, mengaku dirinya sudah mempercayakan berbagai kebutuhan pakaian kepada Cahaya Dunia sejak lama, bahkan sejak usaha itu masih dikelola orang tua Ilman.
“Jahitan di sini sangat pas dengan selera saya. Mulai dari membuat pakaian stelan untuk kerja sampai permak dan jahit pakaian sehari-hari, hasilnya selalu rapi dan nyaman dipakai,” ungkap Darmen.
Ia menilai Ilman berhasil mempertahankan kualitas jahitan sekaligus keramahan pelayanan yang sejak dulu menjadi ciri khas Cahaya Dunia.
“Yang membuat kami tetap bertahan bukan hanya hasil jahitannya, tapi juga hubungan kekeluargaannya. Pelanggan dilayani dengan baik dan penuh perhatian. Itu yang sekarang sudah mulai jarang ditemukan,” tambahnya.
Pelanggan lainnya, Dewi (34), menilai keberadaan penjahit seperti Ilman menjadi penting di tengah budaya serba cepat saat ini.
“Sekarang jarang anak muda mau meneruskan usaha jahit keluarga. Padahal pekerjaan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat. Ilman membuktikan bahwa usaha tradisional juga bisa bertahan kalau dikerjakan dengan hati,” tuturnya.
Meski bekerja di tengah keterbatasan dan perubahan zaman, Ilman tetap optimistis usaha jahit Cahaya Dunia akan terus hidup. Baginya, menjaga kualitas dan hubungan baik dengan pelanggan menjadi modal utama agar usaha keluarga tersebut tetap dipercaya masyarakat.
“Selama masih ada kepercayaan dari pelanggan, insyaallah kami akan terus bertahan. Saya hanya ingin usaha orang tua ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang,” ucapnya.
(Rj/red)
