![]() |
| Panglima TNI Agus Subiyanto memberikan pengarahan kepada Dansat pada Apel Dansat TNI 2026 di Universitas Pertahanan RI, Bogor. |
Bogor, MP----- Agus Subiyanto menegaskan pentingnya kepemimpinan yang unggul, adaptif, dan inovatif dalam menghadapi dinamika ancaman global yang kian kompleks. Penegasan itu disampaikan saat memberikan pengarahan kepada para Komandan Satuan (Dansat) dalam Apel Dansat TNI Tahun 2026 di Universitas Pertahanan RI, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026).
![]() |
| Para Dansat TNI mengikuti pembekalan strategis dari pejabat tinggi negara lintas sektor. |
Momentum apel tahunan ini tidak sekadar menjadi ajang konsolidasi internal, tetapi juga ruang strategis untuk menyamakan visi kepemimpinan dan memperkuat soliditas jajaran TNI. Di tengah perubahan lanskap keamanan global, TNI dituntut mampu bergerak cepat, responsif, dan selaras dengan arah kebijakan nasional.
Dalam arahannya, Panglima TNI menguraikan perkembangan lingkungan strategis global dan regional yang berdampak langsung terhadap tugas pertahanan negara. Ia menyoroti meningkatnya spektrum ancaman, mulai dari konflik konvensional hingga dimensi non-militer seperti perang siber dan perang informasi. Kondisi ini, menurutnya, menuntut kesiapan prajurit yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga cakap dalam penguasaan teknologi dan komunikasi strategis.
“Inovasi adalah kunci. Komandan satuan harus mampu mengembangkan metode pelatihan yang relevan dengan tantangan tugas. Latihan harus berat, realistis, namun tetap memperhatikan kesejahteraan prajurit,” tegasnya.
Lebih jauh, Panglima TNI menekankan pentingnya kepemimpinan yang humanis dan berorientasi pada pembinaan personel. Ia mengingatkan para Dansat agar tidak hanya fokus pada kesiapan tempur, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan anggota sebagai fondasi loyalitas dan soliditas satuan.
Menutup arahannya, Panglima TNI mengajak seluruh jajaran untuk menjaga kekompakan, loyalitas, serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam setiap pelaksanaan tugas. “Kekuatan TNI bukan hanya pada alutsista, tetapi juga pada kebersamaan dan keimanan prajuritnya,” ujarnya.
Apel Dansat TNI 2026 juga menghadirkan sejumlah pejabat tinggi negara dan pimpinan lembaga sebagai pembicara, di antaranya Zulkifli Hasan, Muhammad Tito Karnavian, Andi Amran Sulaiman, Bahlil Lahadalia, serta jajaran pimpinan TNI dan BUMN strategis seperti PT Pindad. Kehadiran mereka memberikan perspektif lintas sektor terkait agenda pembangunan nasional yang membutuhkan dukungan stabilitas keamanan.
Dengan terselenggaranya apel ini, TNI diharapkan semakin solid dalam menyusun langkah strategis ke depan, membangun kepemimpinan adaptif, meningkatkan kesiapan operasional, serta memastikan peran aktif dalam mendukung keberhasilan program pembangunan nasional demi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara.
(puspen/red)

