![]() |
| Kasdam V/Brawijaya saat membacakan amanat KASAD terkait kesiapsiagaan menghadapi tantangan geopolitik dan ancaman kekeringan ekstrem 2026. |
Surabaya, MP----- Semangat disiplin, loyalitas, dan kesiapsiagaan prajurit kembali ditegaskan dalam Upacara Bendera 17-an Mei 2026 yang digelar di Lapangan Ahmad Yani Makodam V/Brawijaya, Senin (18/5/2026). Upacara yang berlangsung khidmat itu dipimpin langsung oleh Panglima Komando Daerah Militer V/Brawijaya, Brigjen TNI Zainul Bahar, dengan penyelenggara dari Korps Wanita Angkatan Darat jajaran Kodam V/Brawijaya.
![]() |
| Korps Wanita Angkatan Darat jajaran Kodam V/Brawijaya menjadi penyelenggara Upacara Bendera 17-an Mei 2026. |
Kegiatan tersebut diikuti ratusan prajurit dan Aparatur Sipil Negara TNI Angkatan Darat di lingkungan Kodam V/Brawijaya. Momentum upacara bulanan itu tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan dan pengabdian militer, tetapi juga menjadi ruang penegasan arah kebijakan strategis TNI AD di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Dalam amanat Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) yang dibacakan Kasdam V/Brawijaya, disampaikan bahwa tantangan yang dihadapi bangsa ke depan semakin kompleks. Mulai dari ketidakpastian geopolitik dunia, ancaman krisis energi, perubahan iklim, hingga potensi kekeringan ekstrem yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah Indonesia pada 2026 menjadi perhatian serius seluruh jajaran TNI AD.
Melalui amanat tersebut, seluruh prajurit dan ASN TNI AD diminta meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas negara. Tidak hanya sebagai kekuatan pertahanan, TNI AD juga dituntut mampu hadir sebagai solusi di tengah masyarakat, terutama dalam menghadapi kondisi darurat dan persoalan sosial yang berkembang.
Kasdam V/Brawijaya menegaskan bahwa prajurit TNI harus mampu menjadi garda terdepan yang adaptif terhadap perubahan zaman. Loyalitas terhadap negara, disiplin dalam bertugas, serta kemampuan membaca situasi strategis disebut sebagai fondasi utama menjaga stabilitas nasional di tengah tekanan global yang terus bergerak dinamis.
Selain itu, ancaman kekeringan ekstrem yang diprediksi terjadi pada 2026 menjadi perhatian penting dalam amanat tersebut. TNI AD diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas sektor untuk membantu pemerintah dalam mitigasi bencana, menjaga ketahanan pangan, hingga memastikan masyarakat tetap mendapatkan dukungan di wilayah-wilayah terdampak.
Upacara 17-an Mei 2026 di Makodam V/Brawijaya itu sekaligus mencerminkan komitmen institusi TNI AD dalam memperkuat soliditas internal serta kesiapan menghadapi tantangan nasional yang semakin multidimensional. Dengan keterlibatan aktif prajurit dan ASN, Kodam V/Brawijaya menegaskan posisinya tidak hanya sebagai kekuatan pertahanan negara, tetapi juga bagian penting dari solusi kebangsaan di era penuh ketidakpastian global.
(puspen/red)

