-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Revitalisasi SMAN 3 Lengayang Digeber, Sekolah Bersiap Sambut Ruang Belajar Representatif untuk Generasi Masa Depan

Rabu, 20 Mei 2026 | Mei 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-20T13:44:16Z
Revitalisasi gedung belajar di SMAN 3 Lengayang diharapkan menghadirkan ruang pendidikan yang lebih aman dan representatif bagi siswa.


Pesisir Selatan, MP----- SMAN 3 Lengayang memasuki babak baru penguatan infrastruktur pendidikan. Pada tahun anggaran 2026, sekolah menengah atas yang berada di wilayah selatan Sumatera Barat itu menerima bantuan pemerintah melalui program revitalisasi sekolah menengah atas yang bersumber dari APBN 2026.

Drs. Masril didampingi Dedi Efendi, Ketua Pelaksana P2SP, serta Riski pengawas pekerjaan saat menyampaikan perkembangan rehabilitasi gedung sekolah kepada awak media.


Program tersebut mencakup rehabilitasi Gedung D sebanyak empat ruang dengan pekerjaan menaikkan level lantai, meningkatkan kapasitas struktur bangunan, sekaligus mengembalikan fungsi dan kelayakan ruang belajar. Selain itu, dilakukan pula rehabilitasi Gedung C sebanyak dua ruang dan Gedung E sebanyak dua ruang guna memastikan seluruh fasilitas kembali layak digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar.

Drs. Masril bersama awak media MP usai memberikan keterangan mengenai program revitalisasi SMAN 3 Lengayang di halaman depan ruang kepala sekolah, Rabu (20/5/2026).


Pekerjaan revitalisasi itu dilaksanakan selama 180 hari kalender, terhitung sejak 8 April 2026, dengan nilai anggaran mencapai Rp1,8 miliar lebih.


Di tengah semangat pembangunan sektor pendidikan nasional, revitalisasi di SMAN 3 Lengayang tidak hanya dipandang sebagai proyek fisik semata, melainkan bagian dari investasi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi peserta didik.


Kepala Sekolah SMAN 3 Lengayang, Drs. Masril, saat ditemui wartawan di lingkungan sekolah pada Rabu (20/5/2026), menegaskan bahwa rehabilitasi ruang kelas menjadi harapan besar seluruh warga sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di masa mendatang.


Menurutnya, fasilitas pendidikan yang representatif memiliki pengaruh besar terhadap semangat belajar siswa maupun kenyamanan guru dalam menjalankan proses pendidikan.


“Kami berharap pekerjaan ini berjalan lancar dan selesai tepat waktu, sehingga pada tahun ajaran baru 2026-2027 nanti ruang kelas sudah dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh siswa,” ujar Masril.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan atas perhatian terhadap kebutuhan sarana pendidikan di daerah.


“Bantuan ini sangat berarti bagi sekolah kami. Dengan rehabilitasi ini, ruang belajar nantinya menjadi lebih layak, aman, dan representatif untuk mendukung PBM. Ini tentu menjadi motivasi baru bagi sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan,” tuturnya.


Masril menilai, revitalisasi sekolah merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan pemerataan kualitas pendidikan hingga ke daerah. Baginya, pembangunan pendidikan tidak hanya berbicara soal kurikulum dan prestasi akademik, tetapi juga kesiapan fasilitas yang menjadi penopang utama aktivitas belajar siswa setiap hari.


Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, Dedi Efendi, memastikan bahwa seluruh material yang digunakan dalam pekerjaan rehabilitasi telah melalui pengawasan ketat dan disesuaikan dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan.


Ia menegaskan bahwa koordinasi dengan pengawas lapangan terus dilakukan guna menjaga kualitas pekerjaan tetap sesuai standar yang direncanakan pemerintah.


“Kami selalu berkoordinasi dengan pengawas, terutama terkait mutu pekerjaan. Material yang didatangkan dipastikan sesuai dengan spesifikasi dan arahan pengawas,” jelas Dedi yang juga Ketua Pelaksana P2SP SMAN 3 Lengayang.


Menurutnya, kualitas pembangunan menjadi perhatian utama karena fasilitas tersebut akan digunakan dalam jangka panjang oleh ratusan siswa. Karena itu, pihak sekolah tidak ingin pekerjaan hanya selesai secara administrasi, tetapi juga benar-benar memberi manfaat nyata dan bertahan lama.


Di sisi lain, konsultan pengawas pekerjaan, Irvan Mairiski, menegaskan komitmennya dalam memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai standar teknis dan target progres yang telah ditetapkan.


Ia mengungkapkan bahwa meskipun pada minggu pertama pekerjaan sempat mengalami keterlambatan, pelaksanaan di lapangan kini menunjukkan perkembangan yang sangat positif.


“Progres pekerjaan saat ini sudah plus 32,14 persen. Minggu pertama memang sedikit terlambat, tetapi Alhamdulillah pada minggu kedua hingga minggu keempat progres pekerjaan berhasil melampaui rencana kerja,” ungkap Riski.


Ia menambahkan, pengawasan terhadap mutu material dan kualitas struktur menjadi fokus utama agar hasil pembangunan benar-benar memenuhi aspek keamanan dan kelayakan bangunan pendidikan.


Revitalisasi SMAN 3 Lengayang menjadi gambaran bagaimana pembangunan pendidikan di daerah terus bergerak maju melalui kolaborasi pemerintah, pihak sekolah, pelaksana pekerjaan, dan pengawas lapangan. Di balik pembangunan fisik gedung, tersimpan harapan besar lahirnya ruang belajar yang lebih manusiawi, nyaman, dan mampu membentuk generasi muda yang unggul di masa depan.


Dengan rehabilitasi yang tengah berjalan, SMAN 3 Lengayang kini bersiap menyambut tahun ajaran baru dengan wajah baru—lebih kokoh, lebih aman, dan lebih siap menjadi rumah belajar bagi para pelajar di pesisir selatan Sumatera Barat.

(Rajo.A/MT/red)

×
Berita Terbaru Update