-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Menhan Tegaskan Peran Strategis TNI Dukung Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | Mei 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-10T00:26:54Z
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan pentingnya pengelolaan peternakan ayam petelur secara profesional guna mendukung ketahanan pangan nasional.


Gorontalo Utara, MP----- Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Markas Yonif TP 824/MO’E’A di Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara, Jumat (9/5), guna meninjau kesiapan satuan serta perkembangan pembangunan tahap pertama batalyon tersebut.

Kehadiran Yonif TP 824/MO’E’A diharapkan memperkuat stabilitas keamanan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.


Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kesiapan pertahanan negara yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat dan pembangunan wilayah strategis di daerah. Dalam peninjauan itu, Menhan Sjafrie melihat langsung progres pembangunan satuan, fasilitas pendukung, hingga program ketahanan pangan yang tengah dikembangkan di lingkungan Yonif TP 824/MO’E’A.


Dalam arahannya, Menhan menekankan pentingnya pengelolaan peternakan ayam petelur secara profesional, modern, dan berkelanjutan sebagai bagian dari kontribusi nyata TNI dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan logistik internal satuan, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.


“Pengelolaan peternakan harus dilakukan secara profesional dan berkelanjutan agar benar-benar memberikan manfaat bagi prajurit maupun masyarakat. Ketahanan pangan merupakan bagian penting dari ketahanan nasional,” tegas Menhan Sjafrie.


Ia juga menyoroti kehadiran Yonif TP 824/MO’E’A yang dinilai telah memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan teritorial dan sosial kemasyarakatan. Mulai dari dukungan terhadap sistem keamanan lingkungan (siskamling), pembinaan wawasan kebangsaan, kegiatan sosial, hingga edukasi kesehatan kepada masyarakat setempat.


Menurut Menhan, keberadaan satuan TNI di wilayah bukan hanya berfungsi menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan sosial dan penguatan nilai kebangsaan di tengah masyarakat.


“Yonif TP merupakan implementasi nyata dari Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta. Kehadiran TNI harus mampu memperkuat pertahanan negara sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.


Pembangunan Yonif TP 824/MO’E’A sendiri diproyeksikan menjadi salah satu kekuatan strategis pertahanan di kawasan timur Indonesia. Selain memperkuat kesiapan operasional TNI AD, keberadaan batalyon tersebut diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di wilayah Gorontalo Utara.


Kunjungan kerja Menhan Sjafrie turut menjadi momentum memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung program pembangunan nasional berbasis ketahanan wilayah.

(puspen/red)

×
Berita Terbaru Update