Sumbar, MP----- Pemerintah terus mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana di Sumatera Barat, khususnya pada kawasan strategis Lembah Anai yang menjadi jalur utama penghubung Padang–Bukittinggi–Pekanbaru. Hingga saat ini, progres penanganan permanen di kawasan tersebut telah mencapai 62 persen dan ditargetkan rampung lebih cepat dari jadwal awal.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa percepatan pembangunan dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Menurutnya, penanganan permanen di kawasan Lembah Anai tidak hanya berfokus pada pemulihan akses jalan akibat bencana, tetapi juga memperkuat struktur kawasan agar lebih tangguh menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
“Pemulihan infrastruktur pascabencana di Sumatera Barat terus dipercepat. Hingga kini progres penanganan permanen di kawasan Lembah Anai telah mencapai 62 persen dan ditargetkan selesai lebih cepat dari rencana awal,” ujar Dody Hanggodo.
Ia menambahkan, penggunaan teknologi konstruksi modern menjadi salah satu kunci utama percepatan pekerjaan sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur yang dibangun. Pemerintah ingin memastikan jalur nasional tersebut mampu mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik secara optimal.
“Dengan teknologi konstruksi modern, jalur strategis penghubung Padang–Bukittinggi–Pekanbaru diharapkan semakin aman, tangguh, dan mendukung aktivitas masyarakat untuk konektivitas Indonesia yang lebih kuat,” tegasnya.
Kawasan Lembah Anai sendiri merupakan salah satu urat nadi transportasi di Sumatera Barat yang memiliki peranan penting bagi arus ekonomi, pariwisata, hingga distribusi kebutuhan pokok masyarakat. Karena itu, percepatan penanganan permanen menjadi prioritas pemerintah pusat agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal dan roda perekonomian daerah semakin bergerak.
Pemerintah juga memastikan seluruh proses pembangunan tetap memperhatikan aspek keselamatan konstruksi, mitigasi bencana, serta kelestarian lingkungan di kawasan perbukitan Lembah Anai yang rawan longsor dan banjir bandang.
Dengan percepatan penyelesaian proyek tersebut, diharapkan konektivitas antarwilayah di Sumatera Barat dan jalur lintas menuju Riau dapat semakin lancar, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi kawasan barat Indonesia.
(bakom.ri/red)
