-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Kampung Pondok, Ruang Akulturasi dan Denyut Ekonomi Malam Kota Padang

Kamis, 07 Mei 2026 | Mei 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-07T07:47:08Z
Suasana nyaman di Resto dan Cafe Denai yang menjadi ruang kuliner dan hiburan bagi masyarakat Kota Padang.


Padang, MP----- Kampung Pondok kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu kawasan paling hidup di Kota Padang. Tidak hanya dikenal sebagai kawasan Pecinan dan Kota Tua yang sarat nilai sejarah, wilayah ini juga berkembang menjadi pusat kuliner, wisata budaya, hingga ruang pertemuan masyarakat lintas generasi.


Di sepanjang kawasan yang identik dengan lampion merah saat perayaan Imlek itu, geliat ekonomi terasa hidup sejak pagi hingga larut malam. Deretan rumah makan, resto, hingga kafe terus tumbuh dan memberi warna baru bagi wajah pariwisata Kota Padang. Aktivitas tersebut sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.


Salah satu pelaku usaha yang ikut merasakan denyut pertumbuhan kawasan ini adalah Resto dan Cafe Denai. Tempat usaha yang berada di Jalan Niaga Nomor 174 itu telah beroperasi selama empat tahun dan menjadi salah satu titik berkumpul masyarakat, terutama kalangan muda dan keluarga.


Dalam sebuah perbincangan santai bersama wartawan di salah satu warung di Jalan Niaga, Kecamatan Padang Selatan, Kamis (7/5/2026), Owner Resto dan Cafe Denai, Asril Tandan, menyebut pertumbuhan usaha kuliner di kawasan Pondok membawa dampak positif bagi ekonomi masyarakat.


“Selain menjadi tempat kuliner dan hiburan, usaha seperti ini juga membantu membuka lapangan pekerjaan. Saat ini ada enam karyawan yang bekerja di tempat usaha kami,” ujar Asril.


Menurutnya, kawasan Pondok memiliki potensi besar karena menjadi titik pertemuan budaya, wisata sejarah, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran resto dan kafe, kata dia, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan kuliner, tetapi juga menciptakan ruang interaksi sosial yang nyaman bagi pengunjung.


Resto dan Cafe Denai sendiri hadir dengan konsep ruang santai yang memadukan kuliner dan hiburan. Bangunan yang cukup luas memungkinkan pengunjung menggelar berbagai kegiatan bersama, mulai dari pertemuan komunitas hingga acara keluarga. Ruangan berpendingin udara, pilihan menu makanan dan minuman yang beragam, serta hiburan live music menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.


Asril menilai, perkembangan usaha kuliner di kawasan Pondok juga tidak terlepas dari meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata malam dan ruang nongkrong yang nyaman di Kota Padang. Ditambah lagi, lokasi usaha yang strategis dengan area parkir cukup luas untuk kendaraan roda dua maupun roda empat membuat pengunjung lebih leluasa datang bersama keluarga atau rekan kerja.


“Kami berharap kawasan Pondok terus berkembang sebagai destinasi wisata budaya dan kuliner yang membanggakan Kota Padang. Kalau kawasan ini hidup, tentu masyarakat sekitar juga ikut merasakan manfaat ekonominya,” tuturnya.


Sebagai kawasan dengan jejak sejarah panjang akulturasi budaya Tionghoa-Minangkabau, Kampung Pondok kini tidak hanya menjaga warisan masa lalu, tetapi juga terus bergerak menjadi ruang ekonomi kreatif yang tumbuh dinamis di jantung Kota Padang.

(Rj/Mt/red)

×
Berita Terbaru Update