![]() |
| Mendagri Tito Karnavian saat memberikan arahan terkait peningkatan kinerja dan inovasi Pemda di Indonesia. |
Jakarta, MP ----- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan pentingnya membangun keseimbangan antara fungsi pengawasan dan pemberian insentif dalam pembinaan pemerintah daerah (Pemda). Menurutnya, pola pembinaan yang proporsional akan menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan kinerja daerah secara berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Tito pada Selasa (5/5/2026), saat menyoroti arah kebijakan pembinaan daerah yang selama ini dinilai masih lebih dominan pada aspek pengawasan. Ke depan, Kemendagri akan memperkuat pendekatan yang tidak hanya menekankan kontrol dan evaluasi, tetapi juga memberikan apresiasi kepada daerah yang menunjukkan capaian positif.
“Pembinaan kepada pemerintah daerah tidak cukup hanya dengan pengawasan. Perlu ada keseimbangan melalui pemberian penghargaan dan insentif agar daerah memiliki motivasi untuk terus berinovasi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Tito.
Ia menjelaskan, sistem pemerintahan Indonesia tidak sepenuhnya menerapkan desentralisasi penuh, melainkan desentralisasi parsial. Dalam sistem tersebut, pemerintah pusat tetap memiliki tanggung jawab melakukan pembinaan, pengendalian, serta memastikan jalannya pemerintahan daerah tetap sejalan dengan arah pembangunan nasional.
Karena itu, menurut Tito, pendekatan yang terlalu menitikberatkan pada pengawasan berpotensi membuat daerah hanya berorientasi pada kepatuhan administratif. Sebaliknya, jika diimbangi dengan penghargaan dan dukungan, Pemda akan lebih terdorong menghadirkan inovasi dan solusi kreatif dalam tata kelola pemerintahan.
Sebagai bentuk konkret dari kebijakan tersebut, Kementerian Dalam Negeri terus memperkuat program pembinaan daerah melalui berbagai instrumen evaluasi dan pemberian apresiasi kepada daerah berkinerja terbaik. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan iklim kompetisi positif antar daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan.
Dalam kesempatan itu, Kemendagri juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pemerintah daerah berprestasi. Penghargaan diberikan berdasarkan empat kategori utama, yakni keberhasilan dalam menurunkan tingkat pengangguran, penanggulangan kemiskinan dan stunting, pengendalian inflasi daerah, serta inovasi creative financing dalam mendukung pembangunan.
Tito berharap penghargaan tersebut tidak sekadar menjadi simbol prestasi, tetapi juga menjadi pemacu semangat bagi seluruh kepala daerah untuk terus menghadirkan kebijakan yang adaptif, inovatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Daerah yang mampu menunjukkan kinerja baik harus diberikan ruang apresiasi agar menjadi contoh bagi daerah lain. Dengan begitu, semangat kompetisi sehat dalam membangun daerah dapat terus tumbuh,” ujar Tito.
(Jkt/red)
