![]() |
| Pendiri Utama Forum Dinamika Sumatera Barat (FDSB), Nof Hendra |
Padang, MP----- Semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi perantau, dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) kembali menguat dalam kegiatan Gebyar Gebu Minang Kota Padang. Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut dinilai bukan sekadar ajang olahraga dan hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi momentum strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis kebersamaan dan gotong royong masyarakat Minangkabau.
Ketua DPC Gebu Minang Kota Padang, Endrizal, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah penting untuk menghidupkan kembali semangat organisasi yang dalam beberapa tahun terakhir sempat mengalami penurunan aktivitas. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam membangun ekonomi daerah yang lebih kokoh dan berdaya saing.
“Mayoritas peserta berasal dari pelaku UMKM di 11 kecamatan di Kota Padang. Ini membuktikan bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Minangkabau masih sangat kuat dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah,” ujar Endrizal di Padang, Minggu (17/5/2026).
Antusiasme masyarakat terlihat dari ribuan peserta yang memadati rangkaian kegiatan jalan santai dan senam massal. Kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan menunjukkan tingginya kepedulian terhadap kegiatan yang tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga memberi dampak langsung terhadap pergerakan ekonomi lokal.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa Gebyar Gebu Minang menjadi salah satu contoh kegiatan masyarakat yang mampu menghadirkan efek ekonomi secara nyata. Menurutnya, keterlibatan pelaku UMKM dalam berbagai agenda kegiatan membuktikan bahwa ekonomi kerakyatan di Kota Padang terus tumbuh dan berkembang.
“Kegiatan seperti ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Padang dalam mendorong UMKM naik kelas agar mampu bersaing di tingkat yang lebih luas,” ujarnya.
Tidak hanya menghadirkan kegiatan olahraga dan hiburan, Gebyar Gebu Minang juga diramaikan dengan sejumlah agenda pemberdayaan ekonomi masyarakat. Panitia menghadirkan sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI), edukasi pembiayaan usaha kecil, hingga pengenalan sistem pembayaran digital berbasis QRIS bagi para pelaku UMKM.
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mempercepat transformasi digital sektor usaha kecil di daerah. Dengan pemanfaatan teknologi digital, pelaku UMKM diharapkan mampu memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di tengah perkembangan ekonomi modern.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Pendiri Utama Forum Dinamika Sumatera Barat (FDSB), Nof Hendra. Ia menilai Gebyar Gebu Minang sebagai contoh konkret sinergi lintas elemen yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
“Kami mengapresiasi langkah Gebu Minang Kota Padang dan Pemko Padang yang menjadikan kegiatan ini sebagai ruang pemberdayaan UMKM. Kehadiran ribuan peserta membuktikan bahwa semangat gotong royong masyarakat Minangkabau masih sangat hidup,” ujar Nof Hendra melalui pesan WhatsApp kepada awak media di Padang, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, penguatan sektor UMKM harus terus didorong melalui kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, organisasi perantau, dan pelaku usaha.
“FDSB siap berkolaborasi dengan Pemko Padang, Gebu Minang, dan semua pihak untuk mendukung program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ketika sinergi berjalan, ekonomi kerakyatan akan tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga berharap Gebyar Gebu Minang dapat menjadi agenda berkelanjutan yang terus memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Kota Padang dan Sumatera Barat secara umum.
Pada kesempatan tersebut, Nof Hendra turut memohon dukungan moril dan material serta doa dari Pemerintah Kota Padang, para perantau, pengusaha, akademisi, insan pers, praktisi hukum, tokoh pemuda, aktivis mahasiswa, TNI-Polri, hingga seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan Musyawarah Besar Forum Dinamika Sumatera Barat (MUBES FDSB) 2026.
Agenda besar tersebut direncanakan digelar di Kota Padang pada Sabtu, 12 September 2026 mendatang. Ia berharap masyarakat Kota Padang mampu menjadi tuan rumah terbaik dalam pelaksanaan alek gadang tersebut.
“Sangat kita harapkan warga Kota Padang mampu menjadi tuan rumah terbaik dalam penyelenggaraan hajat Alek Gadang MUBES FDSB 2026. Ditunggu partisipasi semua pihak,” pungkas aktivis pecinta lingkungan dan pegiat media sosial Indonesia itu.
(Red/NH)
