![]() |
| Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto didampingi Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali meninjau kesiapsiagaan KRI di Port Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026). |
Cebu, MP----- Panglima TNI Agus Subiyanto meninjau langsung kesiapsiagaan unsur TNI di Port Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026), sebagai bagian dari dukungan strategis terhadap agenda kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam forum kawasan ASEAN.
Dalam peninjauan tersebut, Panglima TNI didampingi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Muhammad Ali dengan memeriksa kesiapan operasional KRI Brawijaya dan KRI R.E. Martadinata yang disiagakan untuk mendukung operasi dan pengamanan selama pelaksanaan agenda regional berlangsung. Turut hadir mendampingi, Asops Panglima TNI, Asintel Panglima TNI, Kabalog TNI, serta Danpuspom TNI.
Peninjauan tersebut menegaskan komitmen TNI dalam memastikan seluruh unsur pertahanan berada pada kondisi siap operasi, baik dari sisi personel, alutsista, maupun interoperabilitas antarmatra. Selain mengerahkan unsur kapal perang TNI AL, TNI juga menyiagakan dukungan Pesawat Udara (Pesud) TNI AU guna memperkuat efektivitas operasi gabungan.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan bahwa kesiapsiagaan ini merupakan bagian dari tanggung jawab strategis TNI dalam mendukung kebijakan negara di tingkat regional maupun internasional.
“Seluruh unsur TNI harus selalu siap melaksanakan tugas kapan pun dibutuhkan, termasuk dalam mendukung agenda strategis negara di kawasan ASEAN. Kesiapan operasional dan interoperabilitas antarsatuan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas dan kehormatan Indonesia di mata dunia,” tegas Panglima TNI.
Selain kesiapsiagaan di wilayah Filipina, TNI juga melaksanakan operasi kesiapan di wilayah nasional, khususnya di Sulawesi Utara. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari kesiapan rutin operasi gabungan TNI dalam menghadapi berbagai potensi ancaman dan dinamika situasi kawasan.
Menurut Panglima TNI, penguatan kesiapan operasi gabungan merupakan bentuk nyata kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas regional sekaligus memperkuat kepercayaan antarnegara di kawasan ASEAN.
“Kehadiran dan kesiapan TNI bukan hanya untuk menjaga kepentingan nasional, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam menciptakan kawasan yang aman, kondusif, dan stabil. TNI berkomitmen mendukung suksesnya agenda-agenda strategis ASEAN,” ujar Jenderal Agus Subiyanto.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan kesiapan TNI dalam mengintegrasikan kekuatan laut dan udara secara terpadu guna menjawab tantangan keamanan regional yang semakin kompleks. Dengan kesiapan unsur pertahanan yang optimal, Indonesia terus menegaskan posisinya sebagai negara yang aktif menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara.
(puspen/red)
