![]() |
| Menteri PU Dody Hanggodo bersama Gubernur Sumbar dan Bupati Tanah Datar meninjau normalisasi Sungai Batang Tampo pascabanjir di Lintau Buo. |
Batusangkar, MP----- Dody Hanggodo bersama Mahyeldi Ansharullah menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan pascabencana di Kabupaten Tanah Datar. Didampingi Bupati Eka Putra dan Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra, rombongan meninjau langsung kawasan terdampak banjir di Nagari Taluk, Kecamatan Lintau Buo, Kamis (21/5/2026).
![]() |
| Suasana dialog Menteri PU bersama pemerintah daerah di lokasi penanganan banjir Sungai Batang Tampo. |
Kunjungan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa percepatan penanganan dampak bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Di tengah ancaman terganggunya sektor pertanian akibat rusaknya saluran irigasi dan sedimentasi sungai, pemerintah bergerak cepat memastikan aktivitas masyarakat dapat kembali pulih.
Saat meninjau proses normalisasi Sungai Batang Tampo di Nagari Taluak, Menteri PU menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan prioritas mendesak untuk memulihkan denyut ekonomi warga, khususnya para petani yang tengah memasuki musim tanam.
Menurut Dody Hanggodo, kerusakan irigasi akibat banjir berpotensi menghambat produktivitas pertanian masyarakat apabila tidak segera ditangani. Karena itu, normalisasi sungai dan pemulihan jaringan irigasi harus dipercepat agar masyarakat dapat kembali mengolah lahan pertanian mereka.
Ia menekankan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto sangat jelas, yakni memastikan bencana tidak sampai mengganggu program ketahanan pangan nasional. Pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten diminta bergerak terpadu agar pemulihan berlangsung cepat dan tepat sasaran.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PU juga menyinggung pembangunan Sabo Dam di wilayah Tanah Datar sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana jangka panjang. Infrastruktur pengendali material vulkanik dan banjir itu dinilai penting untuk meminimalisir dampak kerusakan ketika bencana serupa kembali terjadi.
Selain fokus pada penanganan bencana, kunjungan kerja itu juga diarahkan untuk memastikan keberlanjutan program strategis nasional di sektor pendidikan. Menteri PU bersama rombongan kemudian meninjau lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru.
Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto tersebut dirancang menjadi pusat pendidikan gratis berkualitas bagi masyarakat. Di Tanah Datar, sekolah itu direncanakan berdiri di atas lahan sekitar 15 hektare dan diproyeksikan mampu menampung hingga 3.000 siswa.
Dody Hanggodo menyebutkan, progres persiapan pembangunan berjalan cukup baik. Pemerintah, katanya, akan mengerahkan seluruh potensi yang ada agar pembangunan dapat berlangsung sesuai jadwal dan segera memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Bagi masyarakat Tanah Datar, kehadiran langsung Menteri PU di lokasi bencana dan proyek strategis pendidikan dinilai sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah pusat terhadap daerah yang tengah berjuang bangkit dari bencana.
Bupati Eka Putra menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, perhatian langsung dari pemerintah pusat menjadi suntikan semangat bagi masyarakat dan pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan.
Ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah pusat memberi optimisme baru bagi Tanah Datar untuk bangkit, baik dari sisi infrastruktur, ketahanan pangan, maupun penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan Sekolah Rakyat.
“Kunjungan ini menjadi motivasi besar bagi kami. Pemerintah pusat hadir langsung melihat kebutuhan masyarakat Tanah Datar. Tentu semua membutuhkan proses dan waktu, namun perhatian ini memberi harapan besar bagi masyarakat untuk bangkit lebih kuat,” ujar Eka Putra.
(Bts/red)

