![]() |
| Revitalisasi SLB Negeri 1 Lengayang diharapkan menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan representatif bagi siswa difabel. |
Pesisir Selatan, MP ----- Upaya memperkuat layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Pesisir Selatan terus menunjukkan progres nyata. Melalui program revitalisasi satuan pendidikan dari Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK), Direktorat Jenderal PKPLK, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, SLB Negeri 1 Lengayang kini tengah menjalani pembangunan dan rehabilitasi fasilitas sekolah secara menyeluruh.
![]() |
| Momen kebersamaan Galih Sudiyanto Kepala SLB Negeri 1 Lengayang dan Irvan Mairiski Pengawas usai berbincang soal program revitalisasi. |
Jika tidak ada kendala berarti, seluruh pengerjaan ditargetkan rampung dan dapat dimanfaatkan pada tahun ajaran baru 2026–2027. Revitalisasi tersebut mencakup pembangunan satu ruang kelas baru, rehabilitasi tiga ruang kelas difabel, pembangunan pagar dan gerbang sekolah, pembangunan drainase baru, hingga sumur resapan guna mendukung lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman.
Pekerjaan fisik dimulai sejak 25 Maret 2026 dengan masa pelaksanaan selama 120 hari kalender. Proyek ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan inklusif sekaligus menghadirkan ruang belajar yang lebih manusiawi bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Kepala SLB Negeri 1 Lengayang, Galih Sudiyanto, mengatakan revitalisasi tersebut menjadi harapan besar bagi sekolah, guru, orang tua, dan para siswa yang selama ini membutuhkan fasilitas belajar yang lebih representatif.
Menurutnya, keberadaan sarana yang memadai sangat penting untuk menunjang proses pembelajaran anak-anak difabel agar mereka dapat belajar dengan nyaman, aman, dan lebih percaya diri.
“Selama ini kami terus berupaya memberikan pelayanan pendidikan terbaik dengan keterbatasan fasilitas yang ada. Dengan revitalisasi ini, tentu akan sangat membantu proses belajar mengajar serta mendukung tumbuh kembang anak-anak berkebutuhan khusus secara optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan ruang kelas baru dan rehabilitasi ruang difabel tidak hanya sebatas memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga menjadi bentuk nyata perhatian negara terhadap hak pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus di daerah.
“Kami ingin anak-anak merasa sekolah adalah tempat yang ramah, nyaman, dan membangun semangat mereka untuk belajar. Fasilitas yang baik tentu akan berdampak pada motivasi siswa maupun kinerja guru dalam memberikan layanan pendidikan,” tambahnya.
Sementara itu, Pengawas Pekerjaan Revitalisasi SLB Negeri 1 Lengayang, Irvan Mairiski, menegaskan bahwa revitalisasi satuan pendidikan merupakan bagian dari penguatan mutu layanan pendidikan khusus yang harus berjalan selaras dengan standar keamanan, kenyamanan, dan aksesibilitas bagi peserta didik difabel.
Menurut Irvan, pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan terus dilakukan agar seluruh pembangunan sesuai spesifikasi teknis dan benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi sekolah.
“Revitalisasi ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi bagian dari peningkatan kualitas layanan pendidikan khusus. Kita ingin memastikan lingkungan belajar bagi anak berkebutuhan khusus semakin layak, aman, dan mendukung proses pembelajaran yang inklusif,” tegasnya.
Ia juga menilai dukungan pemerintah pusat terhadap SLB di daerah menjadi momentum penting untuk memperkuat pemerataan kualitas pendidikan, terutama bagi sekolah-sekolah yang melayani peserta didik dengan kebutuhan khusus.
Di tengah proses pembangunan yang masih berlangsung, aktivitas belajar mengajar di SLB Negeri 1 Lengayang tetap berjalan dengan penyesuaian tertentu. Semangat para guru dan siswa terlihat tetap tinggi meski harus beradaptasi dengan kondisi proyek revitalisasi di lingkungan sekolah.
Revitalisasi tersebut diharapkan menjadi tonggak baru bagi peningkatan kualitas pendidikan inklusif di Pesisir Selatan, sekaligus menghadirkan wajah baru sekolah yang lebih modern, ramah difabel, dan representatif bagi generasi masa depan.
(Rajo.A/Mt/red)

