![]() |
| Ustad Denan, S.Ag., melakukan proses penyembelihan sapi kurban jenis Brahman yang disaksikan rekan media, LSM, dan warga sekitar di Lubuk Begalung, Kota Padang. |
Padang, MP----- Nuansa kebersamaan dan semangat berbagi mewarnai prosesi penyembelihan hewan kurban bantuan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V Padang, Naryo Widodo, di Jalan Baru Parak Laweh, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Kamis (28/5/2026).
![]() |
| Lima petugas pencacahan daging kurban yang dikomandoi Edi Rinto tampak cekatan memotong dan mengemas daging untuk dibagikan kepada media, LSM, dan warga sekitar. |
Sapi kurban berjenis Brahman tersebut berhasil disembelih pada pukul 07.05 WIB oleh Ustad Denan, S.Ag., setelah melalui proses persiapan yang berlangsung khidmat dan penuh kehati-hatian. Sebelum penyembelihan dilakukan, keempat kaki sapi terlebih dahulu diikat guna memastikan hewan tetap tenang dan aman saat prosesi berlangsung.
![]() |
| Kebersamaan rekan media dan LSM mewarnai pelaksanaan kurban dan pembagian daging di Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang. |
Pemilik sapi bernama Irus bersama sejumlah petugas tampak sigap membantu proses penanganan hewan kurban. Dengan penuh ketenangan, kepala sapi dielus-elus agar hewan tidak meronta ketika tali mulai dibalutkan pada kaki-kakinya.
![]() |
| Kebersamaan rekan media dan LSM mewarnai pelaksanaan kurban dan pembagian daging di Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang. |
Setelah seluruh ikatan dinyatakan kuat dan aman, Ustad Denan, S.Ag., memulai proses penyembelihan dengan melafalkan doa-doa dan takbir, disaksikan para rekan media, LSM, serta warga sekitar yang hadir di lokasi.
Usai proses penyembelihan selesai, para petugas langsung bergerak cepat melaksanakan pencacahan dan pembagian daging kurban. Sesuai amanah dari Kepala BWSS V Padang, daging hewan kurban tersebut dibagikan kepada rekan-rekan media, LSM, serta masyarakat sekitar lokasi penyembelihan.
Lima orang petugas pencacahan daging kurban yang dikomandoi Edi Rinto tampak begitu cekatan menjalankan tugasnya. Dengan menggunakan peralatan sederhana namun tertata rapi, para petugas bekerja penuh semangat memisahkan daging, tulang, hingga menimbang dan memasukkan daging ke dalam kantong-kantong pembagian.
Suasana gotong royong terlihat begitu kuat di lokasi penyembelihan. Para petugas saling berbagi tugas agar proses pencacahan berjalan cepat dan tertib. Hingga siang hari sekitar pukul 11.30 WIB, seluruh proses pencacahan daging hingga pengantongan akhirnya rampung dilakukan.
Kepala BWSS V Padang, Naryo Widodo, mengatakan bahwa ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum memperkuat rasa kepedulian sosial dan kebersamaan antar sesama.
“Kurban ini adalah bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian kepada masyarakat. Kami berharap daging kurban yang dibagikan dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi rekan media, LSM, serta warga sekitar. Semoga semangat berbagi ini terus terjaga,” ujar Naryo Widodo.
Ia juga mengapresiasi kekompakan panitia dan seluruh pihak yang ikut membantu hingga kegiatan berjalan lancar dan penuh kekeluargaan.
Mewakili rekan media, Tamsir JR menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Kepala BWSS V Padang terhadap insan pers dan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian bapak Naryo Widodo. Ini bukan hanya tentang pembagian daging kurban, tetapi juga mempererat silaturahmi dan kebersamaan antara pemerintah, media, LSM, dan masyarakat,” kata Tamsir JR.
Senada dengan itu, Roni yang mewakili unsur LSM menilai kegiatan tersebut mencerminkan nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial yang patut dicontoh.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu membangun rasa persaudaraan. Kami berharap hubungan baik antara BWSS V Padang dengan masyarakat dan elemen sosial lainnya terus terjalin,” ujarnya.
Beberapa rekan media yang hadir juga menyampaikan kesan mereka terhadap pelaksanaan kurban tersebut. David Efendi dari Media Jangkar menyebut kegiatan berlangsung sederhana namun sarat makna.
“Terlihat sekali nuansa kekeluargaan di sini. Semua terlibat, saling membantu, dan itu yang membuat kegiatan ini terasa hangat,” ungkapnya.
Sementara itu, Yuddy Malay dari media Exspossumbar mengatakan bahwa kepedulian sosial seperti ini sangat penting untuk terus dipertahankan di tengah kehidupan masyarakat yang semakin kompleks.
“Momentum Idul Adha menjadi pengingat pentingnya berbagi dan memperkuat hubungan sosial. Apa yang dilakukan BWSS V Padang layak diapresiasi,” katanya.
Hal serupa disampaikan Deni Han dari Goasianews yang menilai kegiatan berlangsung tertib dan penuh semangat gotong royong.
“Dari proses penyembelihan hingga pembagian daging, semua dilakukan bersama-sama. Ini contoh baik kebersamaan di tengah masyarakat,” tuturnya.
Rizal Basri dari unsur LSM juga berharap kegiatan sosial serupa terus dilakukan setiap tahun.
“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk nyata kepedulian kepada masyarakat dan rekan-rekan yang membutuhkan,” ucapnya.
Puluhan rekan media dan LSM yang hadir dalam proses pembagian daging kurban juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Kepala BWSS V Padang beserta seluruh panitia pelaksana. Mereka menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang berbagi rezeki, tetapi juga mempererat hubungan silaturahmi antar sesama.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan. Semoga kegiatan sosial seperti ini terus berlanjut dan menjadi berkah bagi semua pihak,” ujar sejumlah rekan media dan LSM secara bersama-sama.
Warga sekitar lokasi penyembelihan pun turut merasakan manfaat dan suasana kebersamaan tersebut. Upik, salah seorang warga, mengaku bersyukur dapat menerima daging kurban dan ikut menyaksikan langsung proses penyembelihan.
“Alhamdulillah, kami senang dan merasa diperhatikan. Semoga kegiatan seperti ini terus ada setiap tahun,” katanya.
Hal senada disampaikan Rita yang menilai kegiatan kurban tersebut membawa suasana kebersamaan di lingkungan masyarakat.
“Suasananya ramai tapi penuh kekeluargaan. Kami warga merasa ikut dilibatkan dan dihargai,” ujarnya.
Prosesi kurban itu pun berlangsung lancar hingga siang hari dan ditutup dengan pembagian daging kepada para penerima yang telah didata panitia sebelumnya. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pencacahan daging dan antrean pembagian, suasana kekeluargaan tetap terasa hangat. Semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan nilai-nilai kebersamaan yang tercermin dalam pelaksanaan ibadah kurban tersebut menjadi gambaran nyata bahwa Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan, tetapi juga tentang mempererat hubungan kemanusiaan dan menumbuhkan rasa saling peduli di tengah masyarakat.
(Rajo.A/red)



