![]() |
| Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, saat memberikan arahan terkait pengendalian inflasi nasional dalam rapat koordinasi bersama lintas sektor. |
Jakarta, MP----- Pemerintah terus memperkuat langkah pengendalian inflasi sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas nasional. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menegaskan bahwa peran aktif Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi elemen penting dalam menjaga keseimbangan ekonomi dan sosial masyarakat.
Dalam pernyataannya, Tito mengapresiasi keterlibatan TNI yang dinilai konsisten membantu pemerintah mengendalikan inflasi di berbagai daerah. Menurutnya, isu biaya hidup kini menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia, bahkan melampaui isu-isu strategis lainnya.
“Stabilitas harga memiliki dampak langsung terhadap kondisi sosial masyarakat. Ketika inflasi terkendali, maka potensi gejolak sosial akibat kenaikan harga bahan pokok dapat diminimalkan,” ujar Tito.
Ia menekankan bahwa pengendalian inflasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kolaborasi lintas sektor ini dinilai krusial dalam memastikan stabilitas harga tetap terjaga.
Melalui koordinasi intensif yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia bersama kementerian/lembaga terkait, perkembangan inflasi nasional terus dipantau secara berkala. Salah satu instrumen utama adalah Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang rutin dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok.
Secara konseptual, Tito juga menjelaskan empat kategori inflasi berdasarkan tingkat keparahannya, mulai dari inflasi ringan di bawah 10 persen per tahun hingga hiperinflasi yang melampaui 100 persen. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi Indonesia saat ini masih berada dalam kategori terkendali.
“Ini patut kita syukuri. Inflasi nasional relatif stabil, didukung oleh capaian swasembada beras serta terjaganya harga bahan pokok lainnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Tito menggarisbawahi kontribusi nyata TNI di lapangan, mulai dari pelaksanaan pasar murah, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), hingga kegiatan penanaman jagung yang mendukung ketahanan pangan nasional.
Sinergi antara pemerintah dan TNI ini dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga keseimbangan ekonomi nasional, sekaligus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika global.
(JK/red)
