-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Buka Latsar CPNS 2026, Wagub NTT Tegaskan ASN Harus Berintegritas, Adaptif, dan Profesional

Selasa, 02 Juni 2026 | Juni 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-01T23:27:42Z
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma membuka Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Tahun 2026 di Aula BPSDMD Provinsi NTT, Kupang, Senin (1/6/2026).


Kupang, MP----- Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) harus memiliki integritas, kemampuan beradaptasi, dan profesionalisme tinggi untuk menjawab tantangan pembangunan di era yang terus berubah.


Penegasan tersebut disampaikan saat membuka secara resmi Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2026 di Aula Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi NTT, Senin (1/6/2026).


Menurut Johni, pelaksanaan Latsar bukan sekadar tahapan administratif dalam pembentukan ASN, tetapi merupakan titik awal transformasi CPNS menjadi aparatur yang siap mengabdi kepada masyarakat dan negara.


"Dunia saat ini bergerak sangat cepat. Perkembangan teknologi berlangsung masif dan tuntutan masyarakat semakin kritis. Karena itu, ASN tidak bisa lagi bekerja dengan cara-cara lama yang kaku dan hierarkis. ASN harus hadir sebagai problem solver dengan integritas, adaptif, dan profesional," tegasnya.


Latsar tahun ini terdiri atas Gelombang VI dengan metode klasikal yang diikuti peserta dari Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Malaka, Ende, dan Sumba Tengah. Sementara Gelombang XI dilaksanakan melalui metode distance learning yang diikuti peserta dari Kabupaten Rote Ndao, Malaka, Alor, Flores Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat.


Johni menekankan bahwa kemampuan memanfaatkan teknologi digital kini menjadi kebutuhan mutlak bagi setiap ASN. Namun, kecakapan teknologi tersebut harus diimbangi dengan kepekaan sosial dan orientasi pelayanan kepada masyarakat.


"ASN bukan hanya menyelesaikan pekerjaan administrasi di belakang meja. ASN harus hadir di tengah masyarakat, mendengar aspirasi, memahami persoalan, dan menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai tantangan pembangunan, mulai dari kemiskinan, stunting, ketahanan pangan, pendidikan hingga transformasi digital daerah," ujarnya.


Ia juga mengingatkan bahwa pelayanan publik harus dipandang sebagai bentuk pengabdian yang dijalankan dengan ketulusan, empati, serta akuntabilitas yang tinggi. Karena itu, setiap ASN dituntut memahami dan menyelaraskan seluruh tugasnya dengan visi pembangunan daerah.


"Setiap program kerja yang dilaksanakan harus bermuara pada tujuan besar, yaitu mewujudkan NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan," katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur memberikan sejumlah pesan kepada para peserta Latsar agar selalu menjaga disiplin, bertanggung jawab dalam menjalankan tugas, loyal terhadap organisasi, profesional di bidang masing-masing, inovatif dalam menciptakan terobosan, serta menjunjung tinggi nilai kejujuran dalam setiap bentuk pengabdian.


Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala BPSDMD Provinsi NTT, Flavianus Dua, melaporkan bahwa hingga tahun 2026 sebanyak 1.880 CPNS di NTT telah mengikuti Latsar. Selain itu, masih terdapat 3.906 CPNS yang akan mengikuti pelatihan pada gelombang berikutnya.


Khusus untuk lingkup Pemerintah Provinsi NTT, sebanyak 360 CPNS telah mengikuti Latsar, sedangkan 989 CPNS lainnya dijadwalkan mengikuti pelatihan pada tahap selanjutnya.


"Kelulusan peserta akan ditentukan melalui evaluasi komprehensif yang meliputi penilaian sikap dan perilaku, evaluasi akademik, rancangan aktualisasi, pelaksanaan aktualisasi, serta penilaian kompetensi bidang tugas," jelas Flavianus.


Ia menambahkan, salah satu agenda pembelajaran yang menjadi ciri khas pelaksanaan Latsar di NTT adalah kunjungan studi ke NTT Mart sebagai bagian dari dukungan terhadap program Gerakan Ayo Beli NTT dan penguatan pemahaman peserta terhadap pengembangan ekonomi lokal.


"Hingga saat ini, sebanyak 1.920 peserta Latsar telah berkunjung ke NTT Mart sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengenalan potensi ekonomi daerah," ungkapnya.


Melalui pelaksanaan Latsar ini, Pemerintah Provinsi NTT berharap lahir generasi ASN muda yang berintegritas, profesional, adaptif, inovatif, dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah menuju NTT yang lebih maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan.

(Nt/red)

×
Berita Terbaru Update