-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Didikan Subuh Gabungan Banuaran Nan XX Hidupkan Tradisi Surau, Cetak Generasi Smart Berakhlakul Karimah

Minggu, 14 Juni 2026 | Juni 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-13T23:54:07Z
Suasana Didikan Subuh Gabungan yang diikuti santri dari enam masjid dan satu mushalla se-Kelurahan Banuaran Nan XX.


Padang, MP----- Semangat membangun generasi muda yang religius dan berkarakter kembali menggema di Kelurahan Banuaran Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang. Ratusan santri dari berbagai Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) memadati Masjid Muta'Alimin, Minggu (14/6/2026), dalam kegiatan Didikan Subuh Gabungan (DDS) yang digelar sebagai penutup Tahun Ajaran 2025–2026 sekaligus menyambut Tahun Ajaran Baru 1448 Hijriah.


Mengusung tema "Ciptakan Generasi Smart, Berakhlatul Karimah, Berbasis Surau dengan Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK)", kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, evaluasi pembelajaran, sekaligus penguatan pendidikan karakter bagi santri.


DDS gabungan tersebut melibatkan santri dari Masjid Raya Banuaran, Masjid Al Kuwait, Masjid Bahrul Hidayah, Masjid Baitul Arafah, Masjid Muta'Alimin, Masjid Muhajirin, serta Mushalla Amal Sejati. Kehadiran ratusan peserta menciptakan suasana semarak yang menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pendidikan keagamaan berbasis masjid dan surau.


Ditemui media dlokasi acara, salah seorang guru TPQ Masjid Baitul Arafah menyebutkan bahwa kegiatan serupa terakhir kali digelar pada 2024 dan kembali dihidupkan tahun ini sebagai bagian dari program Badan Kerja Sama (BKS) TPQ/TQA Kecamatan Lubuk Begalung.


"Melalui DDS gabungan ini, anak-anak tidak hanya belajar membaca Al-Qur'an, tetapi juga belajar tampil, berani berbicara di depan umum, memperkuat ukhuwah, serta menanamkan nilai-nilai akhlak sejak dini," ujarnya.


Acara turut dihadiri Ketua Lembaga Didikan Subuh (LDS), Camat Lubuk Begalung, Lurah Banuaran Nan XX, Ketua Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lubuk Begalung, Ketua BKS TPQ/TQA, para pengurus masjid, guru mengaji, wali santri, serta tokoh masyarakat setempat.


Dalam sambutannya, para pemangku kepentingan mengapresiasi kekompakan pengurus TPQ, MDTA, dan masyarakat yang terus menjaga tradisi pendidikan Islam berbasis surau. Mereka menilai kegiatan seperti DDS gabungan menjadi sarana efektif membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial.


Antusiasme juga datang dari para orang tua santri yang hadir mendampingi anak-anak mereka. Banyak di antara mereka mengaku bangga dan bahagia melihat putra-putrinya berani tampil serta menunjukkan hasil pembelajaran yang diperoleh selama mengikuti pendidikan di TPQ dan MDTA.


Salah seorang wali santri, Yuliana (42), mengaku kegiatan tersebut memberi motivasi besar bagi anak-anak untuk semakin mencintai Al-Qur'an dan masjid.


"Kami sebagai orang tua sangat senang dan mendukung kegiatan seperti ini. Anak-anak menjadi lebih percaya diri, rajin ke masjid, dan punya lingkungan pergaulan yang positif. Semoga kegiatan DDS gabungan bisa rutin dilaksanakan setiap tahun," katanya.


Hal senada disampaikan Rizal (47), orang tua santri dari Masjid Bahrul Hidayah. Menurutnya, pendidikan agama yang diperoleh di TPQ dan MDTA menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan zaman.


"Di tengah perkembangan teknologi dan pengaruh media sosial yang begitu kuat, kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat akhlak anak-anak. Kami mendukung penuh program BKS dan para guru yang dengan ikhlas membina generasi muda," ujarnya.


Sementara itu, Novi Susanti (38) mengaku terharu melihat kebersamaan para santri dari berbagai masjid dan mushalla dalam satu kegiatan.


"Anak-anak belajar bahwa mereka bagian dari satu keluarga besar umat Islam. Selain menambah ilmu agama, mereka juga belajar persaudaraan dan kebersamaan. Ini sangat positif bagi perkembangan karakter mereka," tuturnya.


DDS Gabungan TPQ/MDTA se-Kelurahan Banuaran Nan XX menjadi bukti bahwa tradisi pendidikan Islam berbasis surau masih hidup dan mendapat dukungan kuat dari masyarakat. Melalui sinergi antara pengurus masjid, guru, pemerintah, dan orang tua, kegiatan ini diharapkan terus menjadi wadah melahirkan generasi Qurani yang cerdas, berakhlakul karimah, serta mampu menjaga nilai-nilai budaya Minangkabau yang berlandaskan falsafah ABS-SBK.

(Red/MP)

×
Berita Terbaru Update