-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Gubernur Dorong Solusi Komprehensif Atasi PETI dan Pendidikan

Minggu, 14 Juni 2026 | Juni 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-13T23:52:48Z
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah berdialog dengan aktivis di Padang membahas solusi komprehensif terhadap berbagai persoalan daerah, mulai dari PETI hingga pendidikan.


Padang, MP----- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa berbagai persoalan daerah tidak dapat diselesaikan hanya melalui langkah-langkah sesaat atau penertiban di lapangan. Menurutnya, pemerintah harus berani membedah akar persoalan agar solusi yang dihasilkan bersifat menyeluruh dan berkelanjutan.


Penegasan tersebut disampaikan Mahyeldi saat berdialog dengan sejumlah aktivis di Sreca Coffee Eatery, Padang, Jumat (12/6/2026). Forum itu menjadi ruang diskusi terbuka antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat untuk membahas sejumlah isu strategis yang berkembang di Sumatera Barat.


Berbagai persoalan yang mengemuka dalam dialog itu antara lain distribusi dan pengawasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, penanganan pertambangan emas tanpa izin (PETI), peningkatan kualitas pendidikan, hingga penguatan ketahanan sosial berbasis keluarga dan nagari.


Terkait maraknya aktivitas PETI, Mahyeldi menilai pendekatan penanganan tidak boleh berhenti pada penertiban lokasi tambang ilegal. Menurutnya, pemerintah harus mengidentifikasi dan mengendalikan faktor-faktor yang menjadi penopang aktivitas tersebut.


“Kalau ingin menyelesaikan persoalan, jangan hanya melihat masalah di muaranya. Kita harus masuk ke sumber persoalannya. Untuk yang berkaitan dengan aktivitas tambang ilegal, salah satu titik kendalinya adalah distribusi BBM dan pengawasan di SPBU,” ujar Mahyeldi.


Ia menjelaskan, aktivitas pendulangan tradisional perlu dibedakan dengan praktik pertambangan yang menggunakan alat berat karena memiliki dampak sosial dan lingkungan yang berbeda. Karena itu, kebijakan yang diambil harus mempertimbangkan keseimbangan antara aspek ekonomi masyarakat, kelestarian lingkungan, dan kepastian hukum.


Mahyeldi menilai pengawasan distribusi BBM menjadi instrumen penting dalam menekan aktivitas tambang ilegal yang menggunakan alat berat. Untuk itu, pemerintah daerah terus mendorong sinergi dengan aparat penegak hukum serta berbagai pemangku kepentingan guna memperketat pengawasan.


“Kalau suplai bisa dikendalikan dengan baik, maka aktivitas di hilir juga akan berkurang. Jadi yang kita selesaikan bukan hanya gejalanya, tetapi sumber persoalannya,” katanya.


Pada sektor pendidikan, Mahyeldi menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan secara bertahap dan berkelanjutan. Ia menilai tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.


“Yang kita dorong adalah bagaimana sekolah mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Karena kebutuhan pendidikan terus berkembang dan memerlukan dukungan semua pihak,” ujarnya.


Sebagai langkah konkret, Pemprov Sumbar tengah menyiapkan penguatan regulasi terkait peran komite sekolah agar partisipasi masyarakat dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan akuntabel. Selain itu, pemerintah juga memperluas akses pendidikan melalui pengembangan sekolah berasrama dan sistem pembelajaran jarak jauh, terutama bagi daerah yang memiliki keterbatasan akses.


“Prinsipnya jangan sampai ada anak yang kehilangan akses pendidikan hanya karena persoalan lokasi atau keterbatasan fasilitas,” tegasnya.


Dialog tersebut juga menyoroti pentingnya memperkuat ketahanan sosial masyarakat di tengah berbagai tantangan yang berkembang. Menurut Mahyeldi, penguatan peran keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, dan institusi nagari menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di tingkat akar rumput.


“Kita ingin memperkuat peran nagari dan ruang dialog masyarakat sehingga persoalan sosial bisa diselesaikan lebih dekat dengan komunitas dan lebih cepat ditangani,” katanya.


Menutup diskusi, Mahyeldi menegaskan bahwa pembangunan Sumatera Barat harus berjalan seiring dengan upaya menjaga harmoni sosial, memperkuat persatuan, serta membuka ruang kolaborasi yang luas bagi seluruh elemen masyarakat.


“Yang ingin kita bangun adalah Sumatera Barat yang maju, tetapi tetap menjaga persatuan, saling menghormati, dan membuka ruang kolaborasi untuk semua,” tutup Mahyeldi.

(Sb/MP)

×
Berita Terbaru Update