Padang, MP----- Seorang pengendara sepeda motor mengaku mengalami kerusakan kendaraan setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU 14.251.519 Sawahan, Kota Padang. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (28/5/2026) itu kini menjadi perhatian karena memunculkan dugaan adanya kesalahan pengisian BBM.
Kepada media, pengendara yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan bahwa sepeda motor yang digunakannya mengalami gangguan tidak lama setelah melakukan pengisian bahan bakar di SPBU tersebut.
Menurutnya, saat pengisian berlangsung ia bermaksud membeli Pertalite seperti biasa. Namun setelah kendaraan digunakan, performa mesin mengalami masalah hingga akhirnya tidak dapat beroperasi sebagaimana mestinya.
“Awalnya saya mengisi Pertalite seperti biasa di SPBU 14.251.519 Sawahan. Namun setelah digunakan, motor mengalami masalah. Setelah diperiksa, diduga BBM yang masuk adalah solar,” ujar pengendara kepada media, Minggu (31/5/2026).
Keluhan tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna kendaraan roda dua yang selama ini memanfaatkan SPBU tersebut untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar harian. Konsumen berharap pihak pengelola segera melakukan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan penyebab kejadian serta memberikan penjelasan kepada masyarakat.
Menanggapi informasi tersebut, Pengawas SPBU 14.251.519 Sawahan, Dasfitrian, mengaku belum mengetahui adanya laporan terkait dugaan kesalahan pengisian BBM yang menyebabkan kerusakan kendaraan konsumen.
“Saya tidak tahu dengan persoalan itu. Nanti saya tanyakan ke manajernya,” kata Dasfitrian saat dikonfirmasi, Senin (1/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Dasfitrian menjelaskan bahwa manajer SPBU sedang tidak berada di lokasi karena sedang menjalani masa libur sehingga belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.
“Manajer SPBU sedang libur. Saat ini yang ada hanya pengawas dan supervisor,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini pihak SPBU belum menerima laporan atau pengaduan resmi dari konsumen terkait dugaan kerusakan kendaraan akibat pengisian BBM.
“Hingga saat ini belum ada satu pun pengendara yang menyampaikan komplain bahwa kendaraannya rusak,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat hasil pemeriksaan teknis yang dapat memastikan penyebab kerusakan kendaraan tersebut. Pihak SPBU menyatakan akan melakukan koordinasi internal untuk menindaklanjuti informasi yang beredar.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan distribusi dan penyaluran BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum guna menjaga kepercayaan konsumen serta memastikan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
(Tim/red)
