![]() |
| Pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi D.I Sicaung di Kabupaten Padang Pariaman terus berjalan sebagai upaya Pemprov Sumbar meningkatkan layanan irigasi dan mendukung ketahanan pangan daerah. |
Padang Pariaman, MP----- Upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan terus diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satu program strategis yang tengah berjalan adalah rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi (D.I) Sicaung di Kabupaten Padang Pariaman yang dilaksanakan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Sumbar pada Tahun Anggaran 2026.
Pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV Trigatra Aritama Konstruksi Persada dengan pengawasan CV Arkaan Nusantara Consultant tersebut memiliki masa pelaksanaan selama 120 hari kalender dan telah dimulai sejak 30 April 2026.
Bagi masyarakat Padang Pariaman, khususnya petani yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian, keberadaan jaringan irigasi bukan sekadar saluran air, melainkan urat nadi yang menentukan keberhasilan musim tanam dan keberlangsungan ekonomi keluarga.
Kepala Bidang Irigasi, Hendri Yulindra, melalui Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas SDABK Sumbar, Yunaldi, menjelaskan bahwa rehabilitasi jaringan irigasi D.I Sicaung merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan layanan irigasi dan menjaga keberlanjutan sektor pertanian daerah.
“Pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi D.I Sicaung sudah mulai dilaksanakan sejak 30 April 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan fungsi jaringan irigasi sehingga distribusi air kepada lahan pertanian dapat berjalan lebih optimal dan mendukung peningkatan produktivitas petani,” ujar Yunaldi kepada jurnalis mp, di Padang, Jumat 29 Mei 2026.
Menurutnya, infrastruktur pengairan yang baik akan memberikan dampak luas terhadap peningkatan hasil pertanian, penguatan ketahanan pangan, serta kesejahteraan masyarakat pedesaan.
“Pemerintah berharap pekerjaan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang. Ketika jaringan irigasi berfungsi maksimal, petani akan lebih mudah mendapatkan pasokan air sehingga produktivitas pertanian meningkat dan kesejahteraan masyarakat ikut terdorong,” tambahnya.
Sementara itu, Anggi selaku kontraktor pelaksana pekerjaan menegaskan komitmen pihaknya untuk menjaga kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
“Kami berupaya melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya sesuai perencanaan dan standar mutu yang berlaku. Kualitas dan ketepatan waktu menjadi perhatian utama karena hasil pekerjaan ini akan dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” ungkap Anggi.
Menurutnya, koordinasi dengan konsultan pengawas dan Dinas SDABK Sumbar terus dilakukan agar seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Di tengah berlangsungnya pekerjaan, dukungan dan harapan juga datang dari masyarakat sekitar lokasi proyek, termasuk para pedagang dan pemilik toko yang sehari-hari beraktivitas di kawasan Jalan Lintas Padang–Bukittinggi, tepatnya di sekitar Pasar Sicincin.
Seorang pemilik toko yang berada tidak jauh dari lokasi pekerjaan mengaku menyambut baik program rehabilitasi tersebut. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang berkualitas akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dalam jangka panjang.
“Kami mendukung pekerjaan ini karena tujuannya untuk kepentingan masyarakat. Harapan kami pekerjaan berjalan lancar, aman, dan selesai tepat waktu. Yang paling penting kualitasnya benar-benar dijaga sehingga bangunan ini kuat dan dapat bertahan lama,” ujarnya.
Harapan serupa juga disampaikan warga setempat yang setiap hari melintasi kawasan proyek. Mereka berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menjaga mutu pekerjaan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang.
“Kalau pembangunan dilakukan dengan baik tentu manfaatnya akan dirasakan petani dan masyarakat luas. Kami berharap pekerjaan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga dikerjakan sesuai standar sehingga hasilnya kokoh dan tidak mudah rusak,” kata salah seorang warga.
Bagi masyarakat Sicincin, rehabilitasi jaringan irigasi bukan hanya soal pembangunan fisik. Di balik pekerjaan konstruksi yang tengah berlangsung, tersimpan harapan ribuan petani akan kelancaran pasokan air ke sawah mereka. Air yang mengalir melalui saluran irigasi menjadi sumber kehidupan yang menentukan keberhasilan panen, biaya produksi, hingga keberlangsungan ekonomi keluarga.
Para pedagang di sekitar Pasar Sicincin juga berharap pekerjaan dapat berjalan tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat secara berlebihan. Mereka menilai keberhasilan proyek akan menjadi investasi penting bagi kemajuan sektor pertanian di Padang Pariaman.
“Pembangunan seperti ini harus kita dukung bersama. Semoga pekerjaannya berjalan lancar, para pekerja selalu diberikan keselamatan, dan hasil akhirnya benar-benar memberikan manfaat besar bagi petani serta masyarakat sekitar,” ujar seorang pedagang.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan peningkatan produksi pangan nasional, rehabilitasi jaringan irigasi D.I Sicaung menjadi langkah strategis yang menunjukkan kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Dengan pengawasan yang ketat, pelaksanaan yang profesional, serta dukungan masyarakat, proyek ini diharapkan mampu menjadi fondasi kuat bagi peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Padang Pariaman.
Lebih dari sekadar pembangunan saluran air, rehabilitasi D.I Sicaung merupakan investasi sosial dan ekonomi yang akan mengalirkan manfaat bagi ribuan petani, menghidupkan lahan-lahan pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan Sumatera Barat untuk tahun-tahun mendatang. Dukungan masyarakat yang menginginkan pekerjaan selesai tepat waktu dan sesuai mutu menjadi energi positif agar proyek ini menghasilkan infrastruktur yang kuat, berkualitas, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi berikutnya.
(Rajo.A/red)
