-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

TNI Bangun Generasi Perbatasan, Nof Hendra: Menjaga NKRI Tak Cukup dengan Senjata

Senin, 01 Juni 2026 | Juni 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-01T09:10:33Z

Padang, MP----- Peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Tidak hanya menjalankan tugas pertahanan dan pengamanan wilayah perbatasan, TNI juga dinilai aktif membangun kualitas sumber daya manusia di daerah-daerah terdepan Indonesia.


Pendiri Utama Forum Dinamika Indonesia (FDI), Nof Hendra, memberikan apresiasi atas inisiatif personel Pos Tomka Satgas Pamtas RI–PNG Statis Yonif 753/Arga Vira Tama (AVT) yang melaksanakan kegiatan pendidikan bagi anak-anak di wilayah perbatasan Papua.


Menurut Nof Hendra, langkah yang dilakukan para prajurit tersebut merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan, khususnya dalam membuka akses pendidikan bagi generasi muda.


“Menjaga batas negara adalah tugas utama TNI. Namun, menyiapkan anak-anak perbatasan agar tumbuh cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing merupakan investasi strategis bagi masa depan bangsa,” ujar Nof Hendra kepada awak media di Padang, Senin (1/6/2026).


Apresiasi tersebut disampaikan menyusul kegiatan yang digelar personel Pos Tomka pada Jumat (30/5/2026) di Kampung Tomka, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Dalam kegiatan itu, para prajurit mengajak puluhan anak-anak setempat belajar membaca, menulis, dan berhitung.


Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh semangat dan keakraban. Sebelum proses belajar dimulai, anak-anak bersama para prajurit menyanyikan lagu-lagu nasional sebagai upaya menanamkan rasa cinta tanah air, memperkuat semangat kebangsaan, serta menumbuhkan kebanggaan sebagai warga Indonesia.


Para personel TNI kemudian secara langsung membimbing proses belajar, memberikan motivasi, sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat setempat.


Komandan Pos Tomka, Letda Inf Alting, menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan memiliki jiwa nasionalisme yang kuat.


Nof Hendra menilai kegiatan tersebut menjadi contoh nyata bahwa pengamanan wilayah perbatasan tidak hanya dilakukan melalui pendekatan keamanan, tetapi juga melalui pembangunan manusia.


“Ini adalah bentuk nyata bahwa NKRI hadir sampai ke pelosok negeri. Pendidikan menjadi salah satu instrumen terpenting untuk memperkuat persatuan dan mempercepat kemajuan masyarakat perbatasan,” katanya.


Meski demikian, ia menegaskan bahwa upaya yang dilakukan TNI tidak boleh berhenti sebagai kegiatan sosial semata. Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah diminta segera mengambil langkah konkret dengan membangun infrastruktur pendidikan yang memadai di wilayah tersebut.


Menurutnya, kebutuhan akan sekolah permanen, tenaga pendidik, buku pelajaran, serta sarana dan prasarana pendidikan harus menjadi perhatian serius agar semangat belajar anak-anak perbatasan dapat terus berkembang.


“Jangan biarkan semangat anak-anak Tomka dan pengabdian para prajurit berhenti pada kegiatan belajar sementara. Negara harus hadir secara utuh melalui pembangunan sekolah, penyediaan guru, buku, dan fasilitas pendidikan yang layak,” tegasnya.


Ia berharap sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat guna mempercepat pembangunan kawasan perbatasan.


“Menjaga kedaulatan bangsa tidak cukup hanya dengan senjata. Pendidikan dan pembangunan manusia adalah benteng utama yang akan menentukan masa depan Indonesia,” pungkas Nof Hendra.

(Red/NH)

×
Berita Terbaru Update