-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Edy Basri: Kritis Boleh, Jangan Cari Musuh

Selasa, 16 Juni 2026 | Juni 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-15T23:31:03Z
Pelantikan KJI Wajo menjadi momentum mempererat sinergi antara insan pers, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.


Wajo, MP----- Suasana Gedung Islamic Center Sengkang, Kabupaten Wajo, Senin (15/6/2026), dipenuhi insan pers, pejabat daerah, dan tokoh masyarakat yang menghadiri pelantikan Pengurus Daerah Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Kabupaten Wajo periode 2026-2029.


Pelantikan yang dipimpin langsung Ketua KJI Sulawesi Selatan, Edy Basri, menjadi catatan tersendiri karena KJI Wajo merupakan kepengurusan tingkat kabupaten/kota pertama yang resmi terbentuk dan dilantik di Sulawesi Selatan.


Di hadapan Bupati Wajo Andi Rosman, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah, dan para jurnalis, Edy menyampaikan pesan tegas mengenai arah organisasi yang harus dibangun ke depan.


Ia menekankan bahwa KJI hadir bukan untuk menciptakan konflik, melainkan membangun kolaborasi dan memperkuat ekosistem jurnalistik yang sehat.


Menurutnya, hubungan media dengan pemerintah harus dibangun dalam koridor profesional, saling menghormati, dan tetap menjaga independensi masing-masing.


"Kita boleh kritis, bahkan harus kritis. Tetapi jangan bermusuhan dengan pemerintah. Kritik harus berbasis fakta dan bertujuan membangun daerah, bukan mencari-cari kesalahan," kata Edy dalam sambutannya.


Edy juga mengingatkan agar KJI tidak terjebak dalam rivalitas yang tidak produktif dengan organisasi profesi pers lainnya.


Menurutnya, tantangan yang dihadapi dunia jurnalistik saat ini jauh lebih besar dibanding sekadar perbedaan organisasi.


Maraknya disinformasi, derasnya arus media digital, serta menurunnya kepercayaan publik terhadap informasi menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus dihadapi dengan semangat kolaborasi.


"Kita tidak boleh bermusuhan dengan organisasi pers lainnya. Perbedaan organisasi jangan menjadi alasan untuk saling menjatuhkan. Bangun solidaritas dan perkuat persaudaraan sesama insan pers," tegasnya.


Pada kesempatan itu, Edy meminta pengurus yang baru dilantik segera bekerja dengan menuntaskan legalitas organisasi melalui pendaftaran ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta menyusun rapat kerja sebagai pijakan program jangka pendek maupun jangka panjang.


"Organisasi harus bergerak dan produktif. Jangan hanya berhenti pada seremoni pelantikan," ujarnya.


Dalam sambutannya, Edy turut mengapresiasi capaian Pemerintah Kabupaten Wajo yang dinilainya mampu menunjukkan ketahanan ekonomi di tengah berbagai tantangan nasional.


Ia menyoroti keberhasilan Wajo meraih Juara I kategori Creative Financing tingkat kabupaten dari Kementerian Dalam Negeri yang menghasilkan insentif daerah sebesar Rp3 miliar.


Selain itu, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Wajo juga menunjukkan angka yang cukup menggembirakan. Pada 2025, daerah tersebut berada di peringkat ketiga Sulawesi Selatan dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 7,19 persen.


Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator bahwa Wajo merupakan daerah yang memiliki daya tahan dan kemampuan beradaptasi yang baik.


Menutup sambutannya, Edy Basri menyampaikan pesan Ketua Umum KJI, Andarizal, agar seluruh pengurus menjaga soliditas organisasi, menaati AD/ART, membangun hubungan harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan, serta menghadirkan karya jurnalistik yang memberikan solusi bagi masyarakat.


Pelantikan KJI Wajo pun bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi awal penguatan organisasi pers yang diharapkan mampu melahirkan jurnalis profesional, independen, dan tetap menjunjung tinggi kepentingan publik.

(Rj/red)

×
Berita Terbaru Update