![]() |
| MAN 1 Kota Padang menggandeng pemerintah dan masyarakat dalam gerakan penghijauan untuk memperkuat ketahanan lingkungan. |
Padang, MP----- Semangat kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Padang melalui aksi penanaman 1.000 pohon di kawasan Lubuk Minturun, Kota Padang, yang sebelumnya terdampak bencana banjir bandang pada akhir 2025 lalu.
Kegiatan yang dikemas dalam Kemah Bakti Penanaman 1.000 Pohon di Bumi Perkemahan ABG Lubuk Minturun itu menjadi simbol nyata keterlibatan dunia pendidikan dalam upaya pemulihan lingkungan sekaligus mitigasi bencana di masa mendatang.
Ratusan peserta yang terdiri dari siswa, guru dan berbagai unsur masyarakat tampak antusias menanam bibit pohon di sejumlah titik yang mengalami kerusakan akibat terjangan banjir bandang.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, yang memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif MAN 1 Kota Padang dalam menggerakkan aksi pelestarian lingkungan.
Di hadapan peserta, Maigus Nasir menegaskan bahwa aksi sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama yang patut menjadi contoh bagi seluruh lembaga pendidikan di Kota Padang.
“Pemerintah Kota Padang mengapresiasi langkah MAN 1 Kota Padang yang tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga membangun kesadaran generasi muda untuk menjaga kelestarian alam. Ini adalah bentuk tanggung jawab sosial yang sangat mulia,” ujar Maigus Nasir.
Ia menambahkan, penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi jangka panjang untuk keberlangsungan kehidupan dan upaya mengurangi risiko bencana di masa depan.
“Seribu pohon yang ditanam hari ini bukan hanya untuk dinikmati oleh generasi sekarang, tetapi menjadi kekuatan baru dalam menyelamatkan bumi. Kawasan yang pernah terdampak banjir harus kita pulihkan bersama agar fungsi ekologisnya kembali terjaga,” tuturnya.
Menurut Maigus Nasir, keterlibatan pelajar dalam kegiatan konservasi lingkungan menjadi modal penting dalam membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap isu perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, sekolah, perguruan tinggi, komunitas hingga dunia usaha untuk bersama-sama memperkuat gerakan penghijauan di Kota Padang.
“Bencana alam mengajarkan kita bahwa menjaga keseimbangan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, gerakan menanam pohon harus terus digelorakan dan menjadi budaya yang diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Kegiatan Kemah Bakti Penanaman 1.000 Pohon ini sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, institusi pendidikan dan masyarakat dalam membangun ketahanan lingkungan yang berkelanjutan.
Dengan semakin banyaknya ruang hijau yang dipulihkan, diharapkan kawasan Lubuk Minturun dapat kembali menjadi daerah resapan air yang mampu mengurangi potensi bencana sekaligus memberikan manfaat ekologis bagi masyarakat sekitar.
(Pg/MP)
