-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Menteri PU Kawal Percepatan 93 Sekolah Rakyat

Senin, 08 Juni 2026 | Juni 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-07T22:47:46Z
Pemerintah optimistis 93 Sekolah Rakyat Tahap II siap digunakan pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027.


Jakarta, MP----- Pemerintah terus mempercepat pembangunan 93 Sekolah Rakyat Tahap II di berbagai daerah di Indonesia guna memastikan seluruh fasilitas pendidikan tersebut siap digunakan pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027. Program strategis nasional ini menjadi bagian dari upaya negara memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia Indonesia.


Dalam pelaksanaannya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengintensifkan koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, penyedia jasa konstruksi, serta berbagai pemangku kepentingan terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai jadwal tanpa mengabaikan aspek kualitas dan keselamatan kerja.


Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa percepatan pembangunan harus tetap berpedoman pada standar mutu yang telah ditetapkan. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari kecepatan penyelesaian proyek, tetapi juga dari kualitas bangunan yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.


“Percepatan pembangunan tidak boleh mengurangi kualitas hasil pekerjaan. Seluruh proyek harus memenuhi standar teknis, keselamatan konstruksi, dan mutu bangunan yang telah ditetapkan. Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi penerus bangsa,” tegas Dody Hanggodo.


Ia menambahkan, Sekolah Rakyat bukan sekadar pembangunan fisik gedung pendidikan, melainkan bagian dari strategi nasional dalam menciptakan pemerataan kesempatan belajar bagi anak-anak Indonesia. Karena itu, setiap fasilitas yang dibangun harus mampu memberikan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung proses pendidikan secara optimal.


Kementerian PU juga terus mengoptimalkan mobilisasi tenaga kerja, mempercepat pengadaan material konstruksi, serta melakukan pengawasan lapangan secara berkala untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai target. Berbagai kendala teknis yang muncul di lapangan ditangani melalui koordinasi intensif antara pusat dan daerah agar tidak menghambat penyelesaian proyek.


Program Sekolah Rakyat sendiri menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah dalam memperkuat akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan dan daerah yang masih membutuhkan dukungan sarana pendidikan yang memadai. Kehadiran sekolah-sekolah tersebut diharapkan dapat menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional dan mempersempit kesenjangan akses pendidikan antarwilayah.


Dengan percepatan yang terus dilakukan, pemerintah optimistis seluruh pembangunan 93 Sekolah Rakyat Tahap II dapat diselesaikan tepat waktu sehingga siap menyambut peserta didik pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027. Selain menjadi simbol pemerataan pembangunan, proyek ini juga diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi Indonesia yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

(bakom.ri/red)

×
Berita Terbaru Update