-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Menteri PU Sesuaikan Pengembangan IPTC Karanganyar, Perkuat Dukungan bagi Atlet Paralimpiade Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | Juni 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-17T02:40:15Z

Karanganyar, MP----- Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem olahraga prestasi nasional yang inklusif melalui pengembangan Indonesia Paralympic Training Center (IPTC) di Karanganyar, Jawa Tengah. Fasilitas yang diproyeksikan menjadi pusat pelatihan atlet paralimpiade berstandar internasional itu terus disempurnakan agar mampu menjawab kebutuhan atlet difabel Indonesia secara optimal.


Dalam peninjauan langsung ke lokasi, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa pengembangan IPTC tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga memastikan seluruh sarana dan prasarana benar-benar dirancang sesuai kebutuhan para atlet.


Menurut Dody, penyesuaian rencana pembangunan menjadi langkah penting agar fasilitas yang dibangun memiliki fungsi maksimal dan mampu mendukung peningkatan prestasi olahraga paralimpiade Indonesia di tingkat internasional.


“Kami terus melakukan penyesuaian terhadap rencana pengembangan Indonesia Paralympic Training Center agar seluruh fasilitas yang dibangun benar-benar menjawab kebutuhan atlet difabel saat ini. Prinsipnya, pembangunan harus berorientasi pada manfaat, kenyamanan, aksesibilitas, dan keberlanjutan,” ujar Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangannya.


Ia menambahkan, pemerintah berupaya menghadirkan lingkungan pelatihan yang modern, aman, dan ramah difabel sehingga para atlet dapat berlatih secara optimal tanpa menghadapi hambatan dari sisi infrastruktur.


“IPTC ini bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun masa depan olahraga paralimpiade Indonesia. Kami ingin para atlet memiliki fasilitas terbaik agar dapat fokus mengembangkan kemampuan dan mengharumkan nama bangsa di pentas dunia,” kata Dody.


Pengembangan kawasan IPTC menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan. Keberadaan pusat pelatihan terpadu tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang siap bersaing di ajang internasional seperti ASEAN Para Games, Asian Para Games, hingga Paralympic Games.


Selain memperhatikan aspek teknis pembangunan, Kementerian PU juga menekankan pentingnya penerapan konsep universal design atau desain universal yang mengedepankan kemudahan akses bagi seluruh pengguna fasilitas, khususnya penyandang disabilitas.


Langkah ini dinilai menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan kesetaraan kesempatan bagi atlet difabel untuk berkembang dan berprestasi melalui dukungan infrastruktur yang memadai.


Dengan pengembangan yang terus dilakukan, Indonesia Paralympic Training Center Karanganyar diharapkan dapat menjadi salah satu pusat pelatihan paralimpiade terbaik di kawasan Asia Tenggara sekaligus simbol kemajuan Indonesia dalam membangun olahraga yang inklusif, modern, dan berdaya saing global.

(bakom.ri/red)

×
Berita Terbaru Update