-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Padang Panjang Pacu Pemulihan Pascagalodo, 10 Huntap Dibangun Untuk Warga Terdampak

Sabtu, 13 Juni 2026 | Juni 13, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-13T00:01:34Z
Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, Wakil Wali Kota Allex Saputra, unsur Forkopimda, dan para mitra pembangunan berfoto bersama usai seremoni peletakan batu pertama huntap.


Padang Panjang, MP----- Pemerintah Kota Padang Panjang terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana galodo yang melanda wilayah tersebut. Komitmen itu diwujudkan melalui pembangunan 10 unit hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak, yang ditandai dengan peletakan batu pertama di kawasan depan Rusunawa Kelurahan Tanah Hitam, Jumat (12/6/2026).


Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis bersama Wakil Wali Kota Allex Saputra. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan Bank Nagari dan BRI, perwakilan PT Semen Padang, serta berbagai elemen masyarakat yang mendukung percepatan pemulihan pascabencana.


Pembangunan huntap ini menjadi simbol bangkitnya harapan baru bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat terjangan banjir bandang. Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Padang Panjang dan PT Semen Padang, pembangunan dilakukan dengan memanfaatkan teknologi SepaBlock atau bata interlock produksi Semen Padang yang dikenal lebih efisien dan kuat.


Wakil Wali Kota Allex Saputra menegaskan bahwa pembangunan hunian tetap bukan hanya sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari upaya memulihkan kehidupan masyarakat secara menyeluruh.


“Pembangunan huntap yang kita mulai hari ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga membangun harapan, rasa aman, dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Allex.


Menurutnya, pembangunan huntap tahap ketiga ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam menuntaskan penanganan pascabencana yang selama ini menjadi perhatian utama Pemko Padang Panjang.


Ia optimistis, apabila proses pembangunan berjalan sesuai jadwal, seluruh unit hunian dapat diselesaikan dalam beberapa bulan ke depan sehingga masyarakat penerima manfaat segera memiliki tempat tinggal yang aman dan layak huni.


“Ini merupakan bagian dari komitmen Pemko dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Kami ingin memastikan warga terdampak dapat kembali menjalani kehidupan secara normal dengan tempat tinggal yang layak dan aman,” katanya.


Sebanyak 10 unit huntap dibangun dengan anggaran sekitar Rp80 juta per unit dan ditargetkan rampung dalam waktu dua bulan. Kehadiran hunian tetap tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak galodo.


Program pembangunan huntap ini juga menjadi bukti bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada tanggap darurat, tetapi berlanjut hingga tahap pemulihan dan pembangunan kembali kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.


Dengan dukungan berbagai pihak, Pemerintah Kota Padang Panjang berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan lebih cepat sehingga warga terdampak bencana dapat kembali hidup dengan nyaman, aman, dan produktif di lingkungan yang lebih baik.

(PJ/MP)

×
Berita Terbaru Update