Sipora, MP----- Keluhan terhadap layanan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kepulauan Mentawai kembali mencuat. Sejumlah pelanggan mengaku sudah hampir sepekan terakhir mengalami gangguan suplai air yang menyebabkan kebutuhan sehari-hari mereka terganggu.
Salah seorang pelanggan, Ken Narton, menyampaikan bahwa pasokan air PDAM di kawasan Kilometer 2, khususnya di lingkungan Asrama Polisi (Aspol) Km 2, tidak mengalir selama beberapa hari terakhir.
"Sudah satu minggu ini air PDAM di Km 2 mulai berulah lagi. Terutama di Aspol Km 2, sudah tiga hari ini tidak mengalir sama sekali," ujar Ken Narton kepada redaksi MP, Kamis (11/6/2026).
Keluhan tersebut menambah daftar panjang persoalan pelayanan air bersih yang selama ini dikeluhkan masyarakat di wilayah Sipora. Warga menilai gangguan distribusi air yang terjadi berulang kali menunjukkan belum optimalnya pengelolaan dan pemeliharaan jaringan distribusi air minum di daerah tersebut.
Akibat terhentinya pasokan air, banyak pelanggan terpaksa mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga seperti memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan sanitasi lainnya. Sebagian warga bahkan harus membeli air dari pihak lain atau mengambil air dari sumber yang jaraknya cukup jauh dari permukiman mereka.
Yul (42), warga Km 2, mengaku kesulitan menjalankan aktivitas rumah tangga akibat tidak adanya suplai air dari PDAM.
"Kalau air mati sehari mungkin masih bisa ditoleransi. Tapi kalau sampai berhari-hari seperti ini tentu sangat menyulitkan. Kami tetap membayar rekening setiap bulan, tetapi pelayanan yang diterima tidak sesuai harapan," keluhnya.
Keluhan serupa juga disampaikan seorang pelanggan lainnya yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Menurutnya, gangguan air bersih di wilayah tersebut bukan pertama kali terjadi.
"Masalah ini sering berulang. Kadang air mengalir hanya beberapa jam lalu mati lagi. Kami berharap ada penjelasan resmi dari pihak PDAM agar masyarakat tidak terus bertanya-tanya," ujarnya.
Seorang pegawai negeri sipil yang berdomisili di kawasan Sipora juga mengaku terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air demi memenuhi kebutuhan keluarganya.
"Kami berharap ada solusi permanen. Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Jangan sampai setiap beberapa bulan warga harus mengalami kesulitan yang sama," katanya.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai bersama manajemen PDAM segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan infrastruktur air bersih yang ada. Selain perbaikan teknis, warga juga meminta adanya keterbukaan informasi terkait penyebab gangguan serta estimasi waktu normalisasi layanan.
Pengamat pelayanan publik di daerah menilai bahwa akses terhadap air bersih merupakan hak dasar masyarakat yang harus dijamin keberlangsungannya. Karena itu, setiap gangguan yang berlangsung dalam waktu lama harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan penyelenggara layanan.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak PDAM Kabupaten Kepulauan Mentawai terkait penyebab terhentinya suplai air bersih yang dikeluhkan pelanggan di wilayah Km 2 Sipora tersebut.
Masyarakat berharap persoalan ini tidak lagi menjadi masalah berulang yang terus menghantui pelanggan, mengingat air bersih merupakan kebutuhan vital yang berkaitan langsung dengan kesehatan, kebersihan lingkungan, dan kualitas hidup warga.
(Red/MP)
