-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Irman Gusman: Kepemimpinan Marlis Diyakini Mampu Wujudkan ASANTARA sebagai Organisasi Media Profesional

Kamis, 23 Juli 2026 | Juli 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-23T13:36:06Z
Suasana penuh keakraban mewarnai dialog Irman Gusman bersama pengurus dan anggota DPN ASANTARA di Rumah Makan Sederhana, Padang.


Padang, MP----- Senator asal Sumatera Barat, Irman Gusman, menaruh optimisme besar terhadap masa depan Asosiasi Media Online Nusantara (ASANTARA) di bawah kepemimpinan Drs. H. Marlis, MM., C.Med. Menurutnya, pengalaman panjang, integritas, serta rekam jejak Marlis sebagai pengusaha dan tokoh organisasi menjadi modal kuat untuk membangun ekosistem media yang profesional, independen, dan berdaya saing.


Hal itu disampaikan Irman saat menghadiri dialog bersama jajaran pengurus dan anggota Dewan Pimpinan Nasional (DPN) ASANTARA di Rumah Makan Sederhana, Padang, Kamis (23/7/2026).


Mengawali sambutannya, Irman mengenang persahabatan yang telah terjalin hampir tiga dekade dengan Marlis. Hubungan tersebut, menurutnya, dibangun atas dasar kepercayaan, loyalitas, dan saling menghargai, bahkan telah melewati berbagai dinamika dunia usaha maupun politik nasional.


"Saya mengenal Pak Marlis sejak beliau masih menjadi pengusaha muda. Dari situ hubungan kami berkembang menjadi persahabatan yang sangat dekat. Dalam berbagai dinamika di Sumatera Barat maupun tingkat nasional, beliau selalu menjadi salah satu orang pertama yang saya hubungi untuk berdiskusi dan bertukar pandangan," ungkap Irman.


Irman juga mengisahkan bahwa ketika dirinya diminta ikut membangun kekuatan politik bersama tokoh nasional Adi Sasono, nama Marlis menjadi salah satu sosok yang langsung muncul dalam pikirannya. Baginya, Marlis dikenal sebagai figur yang konsisten memegang prinsip dan tidak mudah tergoda oleh kepentingan sesaat.


Menurut Irman, karakter tersebut tampak ketika Marlis mengambil sikap dalam dinamika politik yang membuatnya harus meninggalkan partai yang pernah dibesarkannya.


"Bisa saja beliau memilih bertahan demi kepentingan pribadi. Namun beliau lebih memilih memegang prinsip. Itu menunjukkan bahwa Pak Marlis bukan seorang oportunis," ujarnya.


Pernyataan tersebut disambut canda dari Marlis yang menyela sambil berkata, "Sebut saja Hanura," yang langsung disambut gelak tawa para peserta dialog.


Irman menilai, konsistensi dan integritas itulah yang membuat Marlis mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan selama puluhan tahun, termasuk masa-masa sulit setelah pandemi Covid-19.


Ia mengaku sempat terkejut ketika mengetahui Marlis dipercaya memimpin DPN ASANTARA. Namun, setelah melihat rekam jejak dan kapasitasnya, Irman menyebut amanah tersebut sebagai sebuah berkah bagi organisasi.


"Saya yakin beliau akan membawa ASANTARA ke arah yang lebih baik. Mungkin beliau dikenal tegas, tetapi saya percaya setiap keputusan yang diambil selalu mempertimbangkan cara-cara terbaik dan profesional dalam menyelesaikan persoalan," katanya.


Lebih lanjut, Irman memberikan apresiasi terhadap pemikiran Marlis di bidang kewirausahaan. Ia mengaku kerap menerima tulisan-tulisan yang dikirim langsung oleh Marlis melalui aplikasi pesan singkat dan menilai isinya sarat pengalaman nyata, inspiratif, serta relevan dengan perkembangan dunia usaha.


"Beberapa tulisan beliau saya bagikan lagi kepada keluarga dan rekan-rekan. Apa yang ditulis bukan sekadar teori, tetapi lahir dari pengalaman panjang sebagai entrepreneur. Menurut saya, beliau merupakan salah satu pemikir kewirausahaan terbaik yang dimiliki Sumatera Barat," ujar Irman.


Irman juga menilai kehadiran ASANTARA menjadi momentum yang tepat di tengah perubahan besar industri media. Pergeseran dari media cetak menuju media digital, menurutnya, menuntut lahirnya organisasi yang mampu menghimpun media online dalam satu wadah profesional.


Di era media sosial, kata Irman, setiap individu memang dapat menyampaikan informasi. Namun kekuatan informasi akan jauh lebih besar apabila dikelola secara kolektif melalui organisasi media yang memiliki standar profesional, etika jurnalistik, dan tata kelola yang baik.


"Kalau dijalankan melalui sebuah asosiasi yang berisi media-media online dengan para pengelola yang berpengalaman, saya yakin ASANTARA akan menjadi organisasi yang kuat dan dipercaya publik. Kepercayaan itu memang tidak dibangun dalam waktu singkat, tetapi melalui proses panjang dan profesionalisme yang konsisten," tegasnya.


Menutup sambutannya, Irman menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran DPN ASANTARA atas terbentuknya organisasi tersebut. Ia berharap ASANTARA mampu menjadi rumah besar bagi media online Indonesia, sekaligus berkontribusi dalam menghadirkan informasi yang berkualitas, independen, dan bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.


Pada kesempatan itu, Irman Gusman hadir didampingi sejumlah staf ahlinya, di antaranya, Buya Marhadi Efendi, Ismail dan Firdaus.

×
Berita Terbaru Update