-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Siswa SMAN 16 Padang Alami Luka Bakar Saat Parade Ekstrakurikuler, Dinas Pendidikan Sumbar Belum Terima Laporan

Jumat, 17 Juli 2026 | Juli 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-17T11:26:06Z
SMAN 16 Padang,
Jalan Bukit Napa Kuranji


Padang, MP----- Insiden yang mengakibatkan seorang siswa mengalami luka bakar serius mewarnai kegiatan parade ekstrakurikuler di SMA Negeri 16 Padang, Kamis siang (16/7/2026). Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik karena terjadi di lingkungan sekolah saat berlangsungnya kegiatan yang seharusnya mengedepankan aspek keselamatan peserta didik.


Korban diketahui merupakan siswa kelas XI. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mengalami luka bakar setelah api dari obor yang digunakan dalam penampilan parade ekstrakurikuler mengenai tubuhnya hingga menyebabkan luka bakar pada sebagian besar tubuh. Korban saat ini diinformasikan masih menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. M. Djamil Padang.


Sebelumnya sempat beredar informasi bahwa insiden diduga terjadi saat atraksi menggunakan bensin dan korek api. Namun, setelah dikonfirmasi kepada pihak sekolah, Kepala SMAN 16 Padang Drs. Erizal, M.Si. menjelaskan bahwa peristiwa bermula dari penggunaan obor dalam penampilan siswa yang dilakukan tanpa sepengetahuan pembina.


"Parade ekstrakurikuler sudah ditangani dengan baik. Siswa memakai obor, kemudian obor itu lepas dan mengenai siswa kelas XI sehingga menyebabkan luka bakar," ujar Erizal saat dikonfirmasi, Jumat (17/7/2026).


Menurutnya, kegiatan parade ekstrakurikuler merupakan agenda tahunan sekolah sebagai ajang memperkenalkan berbagai kegiatan kepada siswa baru.


Erizal menegaskan bahwa sebelum kegiatan berlangsung, pihak sekolah maupun pembina telah mengingatkan agar peserta tidak menggunakan peralatan berbahaya, termasuk api.


"Anak-anak ini ingin tampil di depan adik-adik kelasnya. Sebenarnya sudah dilarang oleh pembina agar tidak memakai obor atau hal-hal seperti itu. Namun, tanpa sepengetahuan pembina, ternyata mereka tetap menggunakannya," jelasnya.


Ia juga memastikan sekolah langsung membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis serta membantu proses administrasi, termasuk pengurusan BPJS.


"Oleh sekolah siswa langsung dibawa ke rumah sakit. Orang tua juga dibantu mengurus BPJS. Saya pribadi juga memberikan bantuan kepada keluarga," katanya.


Terkait kondisi korban, Erizal menyampaikan bahwa satu siswa yang sempat mendapatkan perawatan telah diperbolehkan pulang, sedangkan satu korban lainnya masih menjalani perawatan.

"Kemarin saya lihat langsung ke rumah sakit. Kondisinya tidak terlalu parah," ujarnya.


Saat ditanya mengenai asal obor maupun bahan yang digunakan, Erizal mengaku pihak sekolah masih melakukan penelusuran.

"Itu yang sedang kami telusuri. Pembina sudah melarang, tetapi mereka tetap mendapatkannya. Kemungkinan dari luar atau dari teman-temannya," katanya.


Erizal juga mengakui hingga Jumat siang pihak sekolah belum menyampaikan laporan resmi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat.

"Rencana sore ini saya menemui Bapak Kepala Dinas untuk melaporkan kejadian tersebut," ungkapnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Habibul Fuadi, S.Pd., M.Si., saat dikonfirmasi Jumat (17/7/2026), melalui tim jurnalis Media MP, mengaku belum menerima laporan resmi dari pihak sekolah.

"Kita koordinasikan ke sekolah untuk tindak lanjut," ujarnya singkat.


Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sumatera Barat Mahyan, S.Pd., M.M. Ia mengaku belum memperoleh informasi mengenai insiden tersebut.

"Belum dapat info saya. Mungkin sekolah melapor ke Kacabdin," katanya Jumat Sore (17/7/2026).


Insiden ini memunculkan perhatian terhadap penerapan standar keselamatan dalam setiap kegiatan ekstrakurikuler di lingkungan pendidikan. Penggunaan api atau peralatan yang berpotensi membahayakan peserta didik seharusnya berada di bawah pengawasan ketat dengan prosedur keselamatan yang jelas.


Peristiwa tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi menyeluruh, baik oleh pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, agar seluruh kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler tetap berjalan kreatif tanpa mengabaikan aspek keamanan dan keselamatan siswa.


Redaksi Media MP akan terus mengikuti perkembangan kondisi korban, hasil evaluasi sekolah, serta langkah-langkah yang akan diambil Dinas Pendidikan Sumatera Barat terkait insiden tersebut.

(MP)

×
Berita Terbaru Update