Aceh, MP----- Proses pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Pemerintah mencatat berbagai sektor strategis yang sempat terdampak kini berangsur pulih, mulai dari pelayanan pemerintahan, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menegaskan bahwa hasil evaluasi pemerintah menunjukkan kondisi di wilayah terdampak telah jauh lebih baik dibandingkan saat bencana terjadi. Berbagai layanan dasar yang sebelumnya terganggu kini kembali berjalan sehingga masyarakat dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari secara lebih normal.
“Pemulihan yang terjadi di Aceh menunjukkan hasil kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, dan seluruh elemen masyarakat. Berbagai layanan dasar yang sempat terganggu kini telah kembali beroperasi dan aktivitas masyarakat mulai pulih,” ujar Tito dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).
Menurut Tito, sektor pemerintahan menjadi salah satu aspek yang mengalami kemajuan signifikan. Sebagian besar fasilitas pemerintahan yang terdampak telah kembali berfungsi sehingga pelayanan publik kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal. Kondisi tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh program pemulihan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Di sektor kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan yang sempat terdampak juga telah kembali beroperasi. Rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya kini kembali memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk untuk mendukung penanganan pascabencana dan pemulihan kesehatan warga terdampak.
Sementara itu, pada sektor pendidikan, mayoritas sekolah yang terdampak telah kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Meski demikian, pemerintah masih mengidentifikasi sejumlah sekolah yang memerlukan rehabilitasi lanjutan akibat kerusakan bangunan maupun kondisi lingkungan yang masih berpotensi menimbulkan risiko bencana.
“Pendidikan merupakan prioritas. Pemerintah terus mempercepat perbaikan sarana dan prasarana sekolah agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara aman dan nyaman bagi peserta didik,” kata Tito.
Kemajuan pemulihan juga terlihat pada sektor infrastruktur. Sebagian besar akses jalan dan jembatan yang sebelumnya terputus kini telah kembali dapat digunakan. Kondisi tersebut memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi logistik dan kebutuhan pokok ke berbagai wilayah.
Meski demikian, pemerintah masih menaruh perhatian serius terhadap sejumlah ruas jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan berat. Perbaikan infrastruktur tersebut terus dipercepat sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan mendukung percepatan pemulihan ekonomi daerah.
Di sektor ekonomi, aktivitas perdagangan masyarakat menunjukkan tren positif. Pasar tradisional, warung, kedai, serta berbagai usaha mikro dan kecil yang sebelumnya terdampak kini mulai kembali beroperasi. Pergerakan ekonomi yang semakin membaik menjadi indikator penting bahwa proses pemulihan berjalan sesuai harapan.
Mendagri menegaskan pemerintah tidak akan berhenti pada capaian yang telah diraih saat ini. Berbagai program lanjutan akan terus dipercepat, terutama yang berkaitan dengan rehabilitasi infrastruktur, normalisasi sungai, penanganan kawasan rawan banjir, serta pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak.
“Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan tuntas. Fokus kami tidak hanya memulihkan kondisi seperti semula, tetapi juga membangun daerah yang lebih tangguh dan siap menghadapi potensi bencana di masa mendatang,” tegas Tito.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat, proses pemulihan pascabencana di Aceh diharapkan dapat terus berjalan lebih cepat sehingga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat kembali pulih secara menyeluruh.
(Ns/MP)
