-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Sekolah Rakyat Pertama di NTT Siap Beroperasi Juli 2026, Jadi Instrumen Strategis Putus Rantai Kemiskinan

Senin, 01 Juni 2026 | Juni 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-31T23:41:16Z
Pemerintah pusat dan daerah bersinergi menghadirkan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga rentan di NTT.


Kupang, MP----- Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat miskin ekstrem melalui pembangunan Sekolah Rakyat. Di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pembangunan Sekolah Rakyat permanen pertama di provinsi tersebut kini telah mencapai sekitar 75 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026.


Kepastian itu disampaikan Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, saat meninjau langsung lokasi pembangunan di Jalan Tilong Dam, Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Minggu (31/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Mensos didampingi Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur Johni Asadoma, serta jajaran pemerintah daerah.


Menurut Saifullah Yusuf, progres pembangunan yang terus bergerak positif menjadi indikasi kuat bahwa Sekolah Rakyat di Kabupaten Kupang siap memasuki tahap operasional sesuai target pemerintah.


“Sekolah Rakyat di Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, progresnya sudah mencapai dan mendekati 75 persen. Kita juga sudah melihat model asrama untuk siswa. Kami berharap proses pembelajaran dapat dimulai pada bulan Juli mendatang,” ujar Saifullah Yusuf.


Dibangun di atas lahan seluas 10 hektare, Sekolah Rakyat tersebut dirancang menjadi pusat pendidikan terpadu berbasis asrama yang mampu menampung lebih dari 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP hingga SMA. Fasilitas yang tersedia tidak hanya ruang kelas, tetapi juga asrama siswa dan guru, laboratorium, perpustakaan, sarana olahraga, hingga fasilitas pengembangan minat dan bakat.


“Gedung ini bisa menampung lebih dari 1.000 siswa. Di dalamnya terdapat asrama guru, fasilitas olahraga, fasilitas ekstrakurikuler, laboratorium, dan perpustakaan yang semuanya menjadi bagian dari dukungan terhadap proses pembelajaran yang berkualitas,” katanya.


Hadiah Presiden untuk Keluarga Paling Rentan


Mensos menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai instrumen nyata untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi keluarga miskin ekstrem sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.


“Ini adalah hadiah dan persembahan Presiden Prabowo Subianto bagi keluarga yang paling tidak mampu. Tujuannya jelas, memutus mata rantai kemiskinan dan melahirkan Generasi Emas Indonesia 2045,” tegas Saifullah Yusuf.


Kabupaten Kupang menjadi daerah pertama di NTT yang berhasil memenuhi seluruh persyaratan penyediaan lahan sehingga ditetapkan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen pertama di wilayah tersebut. Pemerintah pusat berharap keberhasilan ini dapat menjadi pemicu bagi kabupaten dan kota lain di NTT untuk segera menyiapkan lahan serupa.


“Untuk tahap pertama, baru Kabupaten Kupang yang memenuhi syarat lahannya. Kami berharap daerah lain segera menyusul sehingga pembangunan Sekolah Rakyat bisa diperluas di seluruh NTT,” ujarnya.


Mensos juga memastikan seluruh aspek teknis pembangunan telah melalui kajian komprehensif, termasuk ketersediaan sumber air, jaringan listrik, keamanan lingkungan, hingga mitigasi risiko bencana.


“Sebelum dibangun semuanya sudah dihitung. Daya dukung air tersedia, pasokan listrik siap, aspek keamanan dari bencana juga telah menjadi bagian dari kriteria pembangunan,” katanya.


Seleksi Ketat Siswa dan Guru


Sekolah Rakyat dirancang khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang terdata dalam sistem kesejahteraan sosial nasional. Proses seleksi dilakukan secara berlapis guna memastikan program benar-benar menyasar kelompok yang paling membutuhkan.


“Yang bersekolah di sini adalah warga setempat yang ditetapkan pemerintah daerah. Data mereka akan diverifikasi agar benar-benar berasal dari kelompok masyarakat paling tidak mampu sesuai kriteria yang ditetapkan,” jelas Saifullah Yusuf.


Sementara itu, proses rekrutmen tenaga pendidik akan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kementerian PAN-RB, serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.


Pada tahap awal, sekolah akan menerima sekitar 300 siswa yang terdiri dari 100 siswa SD, 100 siswa SMP, dan 100 siswa SMA. Jumlah tersebut akan terus bertambah setiap tahun hingga mencapai kapasitas penuh sekitar 1.000 siswa pada tahun 2028.


Pemprov NTT Kawal Hingga Tuntas


Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk mengawal percepatan pembangunan hingga tuntas sehingga target operasional Juli 2026 dapat direalisasikan.


“Sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, kami akan terus mengawal proses pembangunan yang saat ini sudah mencapai 75 persen agar segera mencapai 100 persen dan dapat beroperasi sesuai target,” kata Melki.


Ia menilai kehadiran Sekolah Rakyat menjadi momentum penting dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di NTT, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia daerah dalam jangka panjang.


Selain itu, Melki memastikan pemerintah provinsi akan mendorong seluruh pemerintah kabupaten dan kota di NTT untuk segera menyiapkan lahan yang memenuhi syarat guna memperoleh program serupa dari pemerintah pusat.


“Kami akan terus berkoordinasi dengan para bupati dan wali kota di seluruh NTT yang belum mendapatkan program Sekolah Rakyat agar segera menuntaskan urusan lahannya dan mengajukan usulan ke Kementerian Sosial sehingga pembangunan dapat segera dilakukan,” ujarnya.


Dengan progres pembangunan yang terus menunjukkan kemajuan signifikan, Sekolah Rakyat Kabupaten Kupang diharapkan menjadi model pendidikan inklusif berbasis asrama pertama di NTT yang mampu membuka jalan bagi ribuan anak dari keluarga rentan untuk memperoleh pendidikan berkualitas dan kesempatan hidup yang lebih baik di masa depan.

(Nt/red)

×
Berita Terbaru Update