-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

AHY: Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha Percepat Transformasi Transportasi Rendah Emisi

Kamis, 02 Juli 2026 | Juli 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-02T12:19:33Z
AHY bersama jajaran Grab Indonesia pada peluncuran Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia sebagai wujud kolaborasi mendukung mobilitas rendah emisi.


Jakarta, MP----- Pemerintah terus memperkuat langkah menuju sistem transportasi nasional yang rendah emisi melalui percepatan pembangunan ekosistem kendaraan listrik. Upaya tersebut dinilai membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah dan sektor swasta agar target transisi energi dapat berjalan lebih cepat dan merata di seluruh Indonesia.


Komitmen itu ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat menghadiri peluncuran Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia: Komitmen Nyata Mendukung Mobilitas Masa Depan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (29/6/2026).


Dalam sambutannya, AHY memberikan apresiasi terhadap langkah Grab Indonesia yang dinilai konsisten mendukung pengembangan transportasi ramah lingkungan melalui peningkatan armada kendaraan listrik.


"Atas nama Pemerintah Republik Indonesia, kami menyambut baik sekaligus mengapresiasi Grab Indonesia yang selama beberapa tahun terakhir terus menghadirkan solusi dan menjadi bagian dari masa depan transportasi Indonesia," ujar AHY.


Menurutnya, sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia membutuhkan sistem transportasi yang semakin efisien di seluruh moda, baik darat, laut, maupun udara. Namun, di tengah tuntutan pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur harus tetap memperhatikan aspek keberlanjutan dan pelestarian lingkungan.


AHY menegaskan, pembangunan nasional tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mampu menekan emisi karbon sebagai bagian dari komitmen menghadapi perubahan iklim global.


Data pemerintah menunjukkan sektor energi masih menjadi penyumbang terbesar emisi karbon nasional dengan kontribusi sekitar 55 persen. Dari angka tersebut, sektor transportasi menyumbang sekitar 22 persen, sementara hampir 89 persen emisi transportasi berasal dari kendaraan darat.


Kondisi tersebut, lanjut AHY, menjadi dasar pemerintah mempercepat kebijakan transisi menuju energi baru dan terbarukan, termasuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil melalui elektrifikasi kendaraan.


Ia menambahkan, langkah tersebut juga menjadi strategi menghadapi ketidakpastian geopolitik dunia yang kerap memicu fluktuasi harga minyak global.


Dalam kesempatan itu, AHY turut mengapresiasi peningkatan jumlah armada kendaraan listrik Grab Indonesia. Jika pada tahun sebelumnya armada listrik perusahaan tersebut berjumlah sekitar 14 ribu unit, kini telah meningkat menjadi sekitar 28 ribu unit dan ditargetkan mencapai 42 ribu unit hingga akhir tahun.


Menurut AHY, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa dunia usaha mampu berkontribusi nyata dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan sekaligus mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.


Di sisi lain, pemerintah akan terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui berbagai kebijakan strategis, mulai dari pemberian insentif bagi industri dan investor, pengembangan rantai pasok baterai nasional, peningkatan investasi, hingga penguatan industri kendaraan listrik dalam negeri.


Selain itu, pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) akan terus dipercepat agar masyarakat semakin mudah beralih menggunakan kendaraan listrik.


AHY menekankan, penyebaran SPKLU tidak hanya difokuskan di Pulau Jawa yang memiliki jumlah pengguna terbesar, tetapi juga harus diperluas ke berbagai daerah di luar Jawa sehingga penggunaan kendaraan listrik semakin praktis dan menjangkau seluruh wilayah Indonesia.


Menutup sambutannya, AHY berharap sinergi pemerintah dan dunia usaha terus diperkuat guna mewujudkan sistem transportasi nasional yang modern, efisien, berdaya saing, sekaligus ramah lingkungan.


Ia optimistis kolaborasi tersebut akan menjadi fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

(Jkt/MP)

×
Berita Terbaru Update