![]() |
| Ratusan guru dan kepala sekolah SD se-Kecamatan Koto XI Tarusan mengikuti Lokakarya Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Ajaran 2026/2027 di Hotel Gizela, Pasar Baru, Senin (29/6/2026). |
Painan, MP----- Semangat memperkuat kualitas pendidikan dasar tampak begitu terasa di Hotel Gizela, Pasar Baru, Kecamatan Koto XI Tarusan, Senin (29/6/2026). Sebanyak 460 guru dan kepala sekolah dasar berkumpul mengikuti Lokakarya Analisis Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta Penyusunan Modul Ajar sebagai langkah awal penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Ajaran 2026/2027.
Kegiatan yang digelar Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Koto XI Tarusan itu berlangsung selama tiga hari, hingga 1 Juli 2026. Lokakarya menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat kompetensi para pendidik dalam menyusun kurikulum yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Suasana diskusi berlangsung dinamis. Para peserta yang terdiri dari 313 guru kelas, 50 guru PJOK, 50 guru Pendidikan Agama, serta 47 kepala sekolah dibagi ke dalam Fase A, Fase B, dan Fase C. Pembagian tersebut bertujuan agar pembahasan materi lebih fokus sesuai karakteristik perkembangan peserta didik pada setiap jenjang.
Ketua Pelaksana, Adisman, S.Pd., mengatakan penyusunan KSP bukan sekadar memenuhi tuntutan administrasi, tetapi menjadi fondasi penting dalam menghadirkan proses pembelajaran yang berkualitas di sekolah.
"Melalui lokakarya ini kami ingin membangun kesamaan pemahaman seluruh guru dan kepala sekolah dalam menyusun perangkat pembelajaran, mulai dari analisis capaian pembelajaran hingga penyusunan modul ajar. Dengan demikian implementasi kurikulum di setiap sekolah dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik," ujarnya.
Lokakarya secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan, Salim Muhaimin, S.Pd., M.Si. Dalam arahannya, ia mengapresiasi inisiatif KKKS Kecamatan Koto XI Tarusan yang mampu menghimpun seluruh unsur pendidik dalam satu forum peningkatan kapasitas.
Menurutnya, penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan harus dilakukan secara kolaboratif dengan memperhatikan kondisi riil sekolah dan perkembangan peserta didik agar menghasilkan kurikulum yang adaptif serta mampu menjawab tantangan pendidikan saat ini.
"Dokumen kurikulum yang baik lahir dari proses yang matang, melibatkan semua unsur sekolah, dan benar-benar berpihak kepada kebutuhan belajar anak. Karena itu manfaatkan forum ini untuk saling berbagi pengalaman, berdiskusi, dan menghasilkan perangkat pembelajaran yang berkualitas," tegas Salim.
Selama pelaksanaan lokakarya, peserta akan mengikuti sesi pemaparan materi, diskusi kelompok, praktik penyusunan CP, TP, ATP, hingga penyusunan modul ajar yang nantinya menjadi bagian utama dalam dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan di masing-masing sekolah.
Melalui kegiatan ini, seluruh sekolah dasar di Kecamatan Koto XI Tarusan diharapkan mampu menghasilkan KSP Tahun Ajaran 2026/2027 yang lebih sistematis, inovatif, dan sesuai dengan arah kebijakan pendidikan nasional, sehingga mampu mendorong peningkatan mutu pembelajaran serta menciptakan lulusan yang berkarakter, kompeten, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
(Idul/MP)
