-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Revitalisasi SMPN 9 Pariaman Capai 56 Persen, Diharapkan Hadirkan Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Berkualitas

Senin, 29 Juni 2026 | Juni 29, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-29T12:43:16Z
Kepala SMPN 9 Pariaman, Yanti Octavia, meninjau progres revitalisasi sekolah yang menjadi bagian Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026.


Pariaman, MP----- Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang digulirkan Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia terus menunjukkan kemajuan di berbagai daerah. Di Kota Pariaman, revitalisasi SMP Negeri 9 Pariaman kini telah memasuki tahap penyelesaian dengan progres fisik mencapai sekitar 56 persen.

Progres revitalisasi SMPN 9 Pariaman telah mencapai 56 persen dan ditargetkan rampung Agustus 2026 untuk mendukung kenyamanan proses belajar mengajar.


Kepala SMPN 9 Pariaman, Yanti Octavia, S.Kom, mengatakan pekerjaan revitalisasi berjalan sesuai jadwal dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026 sehingga dapat dimanfaatkan pada tahun ajaran baru.


"Alhamdulillah, progres pekerjaan sudah mencapai sekitar 56 persen. Kami berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga fasilitas yang telah direvitalisasi dapat segera digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar," ujar Yanti kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (29/6/2026).


Menurutnya, revitalisasi mencakup rehabilitasi sembilan ruang kelas, aula, ruang OSIS, ruang kesenian, mushala, perpustakaan, serta laboratorium. Seluruh pekerjaan dilakukan dengan peningkatan kualitas bangunan agar lebih aman, nyaman, dan tahan lama.


Yanti menegaskan pihak sekolah terus melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai ketentuan. Ia meminta konsultan pengawas menjalankan tugas secara profesional sehingga seluruh pekerjaan benar-benar memenuhi petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang telah ditetapkan pemerintah.


"Kami berharap pengawasan dilakukan secara maksimal. Setiap tahapan pekerjaan harus sesuai spesifikasi teknis sehingga hasil pembangunan benar-benar berkualitas dan memberikan manfaat bagi peserta didik dalam jangka panjang," tegasnya.


Ia mengungkapkan, sebelum revitalisasi dilakukan, sejumlah bangunan sekolah kerap terdampak genangan saat musim hujan. Melalui program ini, lantai bangunan ditinggikan sehingga diharapkan mampu mengatasi persoalan tersebut. Selain itu, kusen pintu dan jendela yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat rayap kini diganti menggunakan material aluminium yang lebih awet.


Perbaikan juga meliputi penggantian rangka atap menjadi baja ringan, pemasangan atap baru, plafon berbahan PVC, hingga lantai granit yang diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan sekaligus memperpanjang usia bangunan sekolah.


Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan salah satu upaya strategis Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia untuk meningkatkan mutu sarana dan prasarana pendidikan secara merata di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, nyaman, inklusif, serta mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran sehingga mampu menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.


Yanti mengaku bersyukur SMPN 9 Pariaman menjadi salah satu sekolah yang memperoleh alokasi program revitalisasi pada Tahun Anggaran 2026. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan sekolah yang selama ini memerlukan peningkatan kualitas infrastruktur.


Di sisi lain, animo masyarakat untuk menyekolahkan anak di SMPN 9 Pariaman juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun ajaran sebelumnya jumlah peserta didik tercatat sebanyak 305 siswa dan terus mengalami penambahan.


"Kepercayaan masyarakat terus meningkat. Sejak saya memimpin SMPN 9 Pariaman, jumlah peserta didik baru setiap tahun selalu bertambah. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pelayanan pendidikan," katanya.


Sementara itu, sejumlah warga yang ditemui wartawan di sekitar lingkungan sekolah menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap peningkatan fasilitas pendidikan. Mereka berharap pelaksanaan revitalisasi benar-benar mengedepankan kualitas pekerjaan.


"Program ini sangat baik karena manfaatnya akan dirasakan langsung oleh anak-anak. Namun kami berharap seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, jangan sampai ada penyimpangan sehingga bangunan yang dihasilkan benar-benar bermutu, berkualitas, kokoh, dan dapat bertahan lama," ujar Zal, salah seorang warga.


Harapan serupa juga disampaikan Lina, orang tua siswa. Menurutnya, sekolah yang nyaman akan memberikan semangat belajar bagi peserta didik.


"Kami percaya pemerintah sudah memberikan anggaran yang cukup. Tinggal bagaimana pelaksanaannya diawasi dengan baik agar kualitas bangunan sesuai harapan dan dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang dalam waktu yang panjang," tuturnya.

(Rj/M/Red)

×
Berita Terbaru Update