-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Gubernur Mahyeldi dan Menteri LH Luncurkan Gerakan Tobat Ekologis, Perkuat Mitigasi Bencana di Sumbar

Kamis, 16 Juli 2026 | Juli 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-16T00:59:32Z
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Menteri Lingkungan Hidup RI Moh Jumhur Hidayat mencanangkan Gerakan Tobat Ekologis di Politeknik Pelayaran Sumbar, Padang Pariaman.


Padang Pariaman, MP----- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia resmi mencanangkan Gerakan Tobat Ekologis sebagai langkah memperkuat pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi.


Pencanangan dilakukan oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI Moh Jumhur Hidayat di Kampus Politeknik Pelayaran Sumatera Barat, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (14/7/2026). Kegiatan tersebut dirangkai dengan aksi penanaman pohon dan peninjauan program Humanist, Smart, Sustainable, Eco-Friendly Campus (HSSEC) Green Campus.


Dalam sambutannya, Menteri Moh Jumhur Hidayat menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Menurutnya, Gerakan Tobat Ekologis Nasional tidak hanya menjadi ajakan moral, tetapi diwujudkan melalui aksi konkret seperti rehabilitasi lahan kritis, pengelolaan sampah, pengembangan ekonomi sirkular, perdagangan karbon, hingga penciptaan lapangan kerja hijau.


"Setiap pihak harus berkontribusi sesuai kapasitasnya. Kolaborasi menjadi kunci agar Indonesia mampu menjadi contoh dunia dalam pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan," ujarnya.


Sementara itu, Gubernur Mahyeldi mengatakan gerakan tersebut sangat relevan bagi Sumatera Barat yang dalam beberapa tahun terakhir kerap dilanda banjir dan longsor akibat bencana hidrometeorologi. Menurutnya, menjaga kelestarian lingkungan merupakan langkah strategis untuk mengurangi risiko bencana di masa mendatang.


"Gerakan Tobat Ekologis mengajak seluruh masyarakat melakukan perubahan nyata dalam memperlakukan lingkungan. Ketika alam dijaga, maka kehidupan masyarakat dan generasi mendatang juga ikut terlindungi," kata Mahyeldi.


Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sumbar terus mendorong pengelolaan sampah dari sumbernya dengan mewajibkan kantor pemerintahan tingkat provinsi dan sekolah di bawah kewenangan provinsi menerapkan sistem pengelolaan sampah mandiri. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir sekaligus membangun budaya peduli lingkungan.


Mahyeldi juga memberikan apresiasi kepada Politeknik Pelayaran Sumatera Barat yang dinilai berhasil mengembangkan sistem pengelolaan sampah terpadu. Berbagai inovasi di kampus tersebut mampu mengolah sampah organik menjadi maggot bernilai ekonomi, pupuk organik, hingga cairan pengendali hama yang bermanfaat bagi sektor pertanian.


Selain keberhasilan dalam pengelolaan lingkungan, Politeknik Pelayaran Sumbar juga diapresiasi karena mampu mencetak lulusan yang memiliki daya saing tinggi dan terserap dunia kerja bahkan sebelum menyelesaikan pendidikan. Pemprov Sumbar, lanjut Mahyeldi, siap memperluas akses bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan di institusi tersebut.


Pada kesempatan itu juga disalurkan bantuan Program Ketahanan Pangan Nasional hasil kolaborasi Politeknik Pelayaran Sumbar dan PT PLN UID Sumbar berupa 5.000 bibit kelapa yang akan disalurkan setiap tiga bulan. Sementara PT Semen Padang menyerahkan 3.300 bibit mangrove untuk mendukung rehabilitasi kawasan pesisir dan memperkuat ekosistem lingkungan.


Melalui Gerakan Tobat Ekologis, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berharap terbangun kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, dunia pendidikan, sektor usaha, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, mengurangi timbulan sampah, serta memperkuat ketahanan daerah menghadapi ancaman bencana sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.

(Sb/MP)

×
Berita Terbaru Update