![]() |
| Pertemuan Senator Irman Gusman dengan Kapolda Sumbar membahas sinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. |
Padang, MP----- Anggota DPD RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Polda Sumatera Barat dalam memperkuat pemberantasan narkotika dan berbagai tindak kejahatan yang mengganggu keamanan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Irman usai berdiskusi dengan Kapolda Sumatera Barat mengenai situasi keamanan, penegakan hukum, serta tingginya ekspektasi masyarakat terhadap kinerja kepolisian.
Menurut Irman, masyarakat Sumatera Barat memiliki kepedulian tinggi terhadap persoalan hukum dan keamanan. Karena itu, ia menilai kepolisian perlu terus menjaga profesionalisme, transparansi, dan keterbukaan dalam setiap penanganan perkara.
Irman mengapresiasi komitmen Polda Sumbar dalam memerangi narkotika. Sepanjang Semester I 2026, jajaran Polda Sumbar berhasil mengungkap 705 kasus narkotika dengan 916 tersangka, serta menyita 41,66 kilogram sabu, 586,3 kilogram ganja, dan 593 butir ekstasi. Capaian tersebut, menurutnya, harus menjadi pijakan untuk mengembangkan penyidikan hingga menyasar bandar, pemodal, pengendali jaringan, aliran dana, dan pihak yang memberikan perlindungan kepada sindikat.
Ia menegaskan bahwa pemberantasan narkotika tidak boleh berhenti pada penangkapan kurir semata. Penegakan hukum harus mampu memutus seluruh mata rantai jaringan agar peredaran narkoba dapat ditekan secara efektif.
Di sisi lain, Irman menilai pendekatan terhadap pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika perlu dibedakan dengan bandar maupun pengedar. Bagi korban penyalahgunaan yang memenuhi ketentuan, proses asesmen dan rehabilitasi harus dikedepankan, sementara pelaku jaringan peredaran harus ditindak tegas sesuai hukum.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Irman juga menawarkan sinergi antara DPD RI dan Polda Sumbar melalui kegiatan edukasi yang melibatkan ninik mamak, alim ulama, bundo kanduang, tokoh masyarakat, pemuda, lembaga pendidikan, pemerintah nagari, media massa, dan organisasi kemasyarakatan.
Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen masyarakat penting untuk memperkuat edukasi, deteksi dini, pengawasan lingkungan, serta mendorong keberanian masyarakat melaporkan berbagai tindak kejahatan. Upaya tersebut juga diharapkan mampu mendukung pemberantasan perjudian, premanisme, pertambangan ilegal, hingga berbagai bentuk kriminalitas lainnya.
Irman berharap kepemimpinan baru Polda Sumatera Barat semakin memperkuat kepercayaan publik melalui penegakan hukum yang profesional, akuntabel, dan dekat dengan masyarakat, sehingga mampu melindungi generasi muda dari ancaman narkotika serta menciptakan situasi keamanan yang kondusif di Ranah Minang.
(Red)
