-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Mahyeldi Ajak Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa, Soroti Ancaman Krisis Mental bagi Generasi Muda

Minggu, 19 Juli 2026 | Juli 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-19T09:46:42Z
Gubernur Mahyeldi menegaskan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan kesehatan mental masyarakat.


Padang, MP----- Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa persoalan kesehatan jiwa kini menjadi tantangan serius yang membutuhkan perhatian bersama dari pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, hingga masyarakat. Menurutnya, meningkatnya kasus gangguan mental, bunuh diri, dan berbagai persoalan psikososial pada anak serta remaja berpotensi menghambat lahirnya sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.


Pernyataan tersebut disampaikan Mahyeldi saat menghadiri pelantikan Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Sumatera Barat periode 2025–2028 di Hotel Truntum Padang, Minggu (19/7/2026).


Dalam kesempatan itu, Mahyeldi mengucapkan selamat kepada Ketua PDSKJI Sumbar, dr. dr. Rini Gusya Liza, M.Kes., Sp.KJ, beserta jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu memperluas akses layanan kesehatan jiwa hingga menjangkau masyarakat di daerah terpencil dan nagari.


Menurut Mahyeldi, sektor kesehatan merupakan salah satu pilar utama dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Karena itu, sinergi pemerintah dengan organisasi profesi kesehatan harus terus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas, termasuk di bidang kesehatan mental.


Ia juga mengapresiasi kontribusi para dokter di Sumbar yang selama ini aktif memberikan pelayanan hingga ke pelosok daerah. Semangat pengabdian tersebut diharapkan terus berkembang melalui berbagai program PDSKJI dalam mendekatkan layanan kesehatan jiwa kepada masyarakat.


Selain itu, Mahyeldi mendorong PDSKJI Sumbar menjadi motor penggerak berbagai agenda ilmiah berskala nasional di Ranah Minang. Menurutnya, kegiatan nasional tidak hanya memperkuat pengembangan ilmu kedokteran, tetapi juga memberi dampak ekonomi melalui sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, dan UMKM.


Gubernur menilai tema pelantikan yang mengangkat kesehatan mental generasi muda sangat relevan dengan kondisi saat ini. Ia mengaku prihatin atas meningkatnya berbagai kasus gangguan kesehatan mental yang mulai dialami anak-anak usia sekolah hingga remaja.


"Kondisi ini menjadi alarm bagi semua pihak. Penanganannya tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar tidak mengganggu kualitas generasi penerus bangsa," tegasnya.


Sementara itu, Ketua IDI Wilayah Sumbar, dr. dr. Roni Eka Sahputra, mengatakan pelantikan PDSKJI merupakan bagian dari penguatan koordinasi organisasi profesi di bawah naungan IDI dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.


Ia menilai tantangan kesehatan mental di Sumbar semakin kompleks, mulai dari meningkatnya kasus bunuh diri, gangguan kejiwaan, kekerasan terhadap anak, hingga persoalan sosial lainnya yang memerlukan penanganan terpadu.


Di sisi lain, Sekretaris Umum Pengurus Pusat PDSKJI, dr. Srimpi Indah Zulaika, F.S., Sp.K.J., Subsp. MEL(K), menyampaikan dukungan penuh terhadap kepengurusan baru PDSKJI Sumbar. Menurutnya, terpilihnya kembali dr. Rini Gusya Liza menjadi modal penting untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program kesehatan jiwa yang sempat tertunda, sekaligus memperkuat layanan pendampingan psikososial, terutama di wilayah yang masih menghadapi dampak pascabencana.


Dengan sinergi antara pemerintah daerah, organisasi profesi, dan berbagai pemangku kepentingan, PDSKJI Sumbar diharapkan mampu memperluas edukasi, pencegahan, serta layanan kesehatan jiwa yang lebih inklusif guna menciptakan masyarakat yang sehat secara fisik maupun mental.

(Sb/MP)

×
Berita Terbaru Update