-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Penobatan Rajo Adat Aia Bangih, Pemprov Sumbar Dorong Penguatan Peran Niniak Mamak Bentengi Generasi Muda

Jumat, 17 Juli 2026 | Juli 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-17T02:16:42Z
Penobatan Rajo Adat Aia Bangih diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga adat dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat.


Pasaman Barat, MP----- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan pentingnya memperkuat peran niniak mamak sebagai garda terdepan dalam menjaga karakter dan moral generasi muda di tengah meningkatnya tantangan sosial akibat perkembangan zaman.


Pesan tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur Sumbar Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, Jasman Rizal Dt. Bandaro Bendang, saat mewakili Gubernur Sumbar menghadiri Penobatan Rajo Adat Aia Bangih di Rumah Gadang Rajo Aia Bangih, Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (16/7/2026).


Dalam sambutannya, Jasman menilai fenomena menurunnya moral generasi muda harus menjadi perhatian bersama. Berbagai persoalan seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, pengaruh negatif media digital, masuknya budaya yang tidak selaras dengan nilai lokal, hingga lemahnya pengawasan keluarga menjadi tantangan yang harus dihadapi secara kolektif.


"Generasi muda merupakan penentu masa depan nagari. Karena itu, pembinaan karakter melalui adat dan nilai-nilai agama harus terus diperkuat agar mereka tidak kehilangan arah," ujarnya.


Jasman menegaskan, dalam sistem adat Minangkabau, penghulu atau niniak mamak memiliki peran strategis sebagai pembimbing anak kemenakan sekaligus penjaga marwah kaum. Tugas tersebut tidak hanya mengayomi keluarga besar, tetapi juga menjaga ketertiban sosial melalui penegakan norma adat.


Menurut Sekretaris Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Provinsi Sumbar itu, seorang penghulu memikul amanah moral yang luas untuk memastikan nilai-nilai adat tetap hidup di tengah masyarakat.


Ia mengajak seluruh niniak mamak terus meningkatkan pembinaan terhadap generasi muda melalui keteladanan, pendidikan karakter, penguatan nilai agama, serta membangun sinergi dengan keluarga dan masyarakat.


"Pembangunan nagari yang kuat berawal dari generasi muda yang berkarakter. Niniak mamak memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berakhlak, berilmu, dan bertanggung jawab," katanya.


Pemprov Sumbar, lanjut Jasman, berkomitmen menjaga kelestarian adat sebagai bagian dari pembangunan sosial masyarakat. Penguatan peran lembaga adat dinilai sejalan dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) yang menjadi landasan kehidupan masyarakat Minangkabau.


Prosesi Penobatan Rajo Adat Aia Bangih turut dihadiri Bupati Pasaman Barat, anggota DPRD, jajaran Kerapatan Adat Nagari (KAN), LKAAM Pasaman Barat, tokoh masyarakat dari ranah dan rantau, Bundo Kanduang, serta rombongan Birian/Balahan Rajo Aia Bangih dari Tapanuli Selatan. Acara tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam melestarikan adat sekaligus memperkokoh peran kepemimpinan adat dalam menghadapi tantangan sosial di era modern.

(Sb/MP)

×
Berita Terbaru Update