-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Prabowo dan Lukashenko Sepakati Peta Jalan Kemitraan Indonesia–Belarus 2026–2030

Jumat, 03 Juli 2026 | Juli 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-03T01:01:41Z
Presiden Prabowo Subianto menyambut Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta.


Jakarta, MP----- Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Pertemuan kedua kepala negara menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan bilateral melalui sejumlah kesepakatan strategis yang mencakup sektor ekonomi, pangan, industri, hingga pengembangan sumber daya manusia.


Rangkaian kunjungan diawali dengan upacara penyambutan kenegaraan yang berlangsung khidmat di halaman Istana Merdeka. Setelah itu, Presiden Prabowo dan Presiden Lukashenko menggelar pertemuan empat mata (tête-à-tête) sebelum memimpin pertemuan bilateral yang dihadiri delegasi dari kedua negara.


Salah satu hasil utama pertemuan tersebut adalah peluncuran Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030. Dokumen tersebut menjadi pedoman strategis bagi kedua negara dalam memperluas kemitraan di berbagai bidang selama lima tahun mendatang.


Di sektor ketahanan pangan, Indonesia dan Belarus sepakat meningkatkan kolaborasi melalui pengembangan pertanian modern, penyediaan pupuk, pemanfaatan teknologi pertanian, serta kerja sama alat dan mesin pertanian guna mendukung peningkatan produktivitas dan kemandirian pangan.


Kerja sama ekonomi juga menjadi perhatian utama. Kedua pemimpin mendorong penguatan hubungan perdagangan, investasi, dan industri dengan membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha kedua negara untuk menjalin kemitraan yang saling menguntungkan.


Presiden Prabowo turut menyampaikan apresiasi atas rampungnya proses ratifikasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) oleh Belarus. Langkah tersebut dinilai akan memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan volume perdagangan antara Indonesia dengan negara-negara anggota Eurasian Economic Union.


Di bidang industri, kedua negara melihat prospek besar untuk membangun investasi bersama melalui pembentukan joint venture, terutama pada sektor manufaktur, otomotif, kendaraan berat, serta agroindustri yang dinilai memiliki potensi berkembang di masa mendatang.


Sementara itu, kerja sama sosial budaya dan pengembangan sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam pembahasan. Indonesia dan Belarus berkomitmen mempererat hubungan antarmasyarakat melalui pertukaran budaya, peningkatan kerja sama pendidikan, penguatan hubungan antarlembaga akademik, serta pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi.


Kunjungan kenegaraan Presiden Aleksandr Lukashenko mencerminkan semakin eratnya hubungan diplomatik Indonesia dan Belarus. Melalui berbagai kesepakatan yang dicapai, kedua negara berharap dapat membangun kemitraan yang lebih produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat di kedua negara.

(JK/MP)

×
Berita Terbaru Update