-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Semangkuk Kebersamaan di Meja Makan: Saat Jurnalis dan Polisi Merawat Silaturahmi

Jumat, 31 Juli 2026 | Juli 31, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-31T08:45:38Z
Makan siang bersama menjadi momentum mempererat komunikasi dan sinergi antara insan pers dan jajaran kepolisian.


Padang, MP----- Jumat, 31 Juli 2026, menjadi momen hangat yang mempertemukan tim jurnalis media yang tergabung dalam ASANTARA dengan AKP Aldius dalam sebuah silaturahmi di Rumah Makan Sederhana. Di tengah padatnya aktivitas peliputan dan tugas menjaga keamanan masyarakat, sebuah meja makan menjadi saksi bagaimana insan pers dan anggota kepolisian duduk berdampingan, menikmati hidangan sekaligus merawat hubungan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.


Aneka masakan khas Minang yang tersaji di atas meja menjadi pelengkap obrolan yang mengalir tanpa sekat. Sesekali terdengar gelak tawa, diselingi cerita pengalaman yang membuat suasana semakin cair dan penuh keakraban.


Bagi insan pers, momen seperti ini bukan sekadar makan siang bersama. Lebih dari itu, silaturahmi menjadi ruang membangun komunikasi yang sehat antara dua profesi yang sama-sama mengemban tanggung jawab kepada publik. Polisi bekerja menjaga keamanan dan menegakkan hukum, sementara jurnalis menjalankan fungsi kontrol sosial dengan menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya.


Dalam perbincangan tersebut, AKP Aldius mengenang perjalanan kariernya. Ia bercerita pernah mengemban amanah sebagai Kanit Reskrim Polsek Padang Barat sebelum dipercaya bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Barat. Pengalaman bertugas di lapangan, menurutnya, menjadi bekal berharga dalam menghadapi berbagai dinamika penegakan hukum yang semakin kompleks.


Cerita itu disambut antusias oleh Afridon, jurnalis media Editor, yang selama bertahun-tahun meliput berbagai kegiatan kepolisian di Sumatera Barat. Ia membagikan pengalaman berinteraksi dengan banyak personel Polri, mulai dari anggota berpangkat terbawah hingga jajaran perwira tinggi. Baginya, setiap penugasan menghadirkan pelajaran baru tentang dedikasi, integritas, dan profesionalisme aparat kepolisian.


Tak kalah menarik, Darmen Rajo Alam dari media Momen Pembaruan turut berbagi kisah mengenai hubungan profesional yang telah lama terjalin dengan sejumlah perwira di lingkungan kepolisian. Pengalaman liputan selama bertahun-tahun membuatnya memahami bahwa komunikasi yang baik antara pers dan aparat penegak hukum merupakan modal penting untuk menghadirkan informasi yang utuh, objektif, dan mencerdaskan masyarakat.


Suasana semakin hidup ketika Mukhtisar dan Fatur ikut bergabung dalam perbincangan. Berbagai cerita lapangan, pengalaman bertugas, hingga dinamika peliputan menjadi topik yang mengalir tanpa terasa. Tidak ada sekat yang membatasi. Yang tampak hanyalah kebersamaan, rasa saling menghargai, serta semangat memperkuat hubungan profesional yang selama ini telah terbangun.


Silaturahmi seperti ini menjadi pengingat bahwa di balik kesibukan masing-masing profesi, terdapat nilai kemanusiaan yang perlu terus dipelihara. Pers dan Polri memang memiliki peran berbeda, namun tujuan akhirnya sama, yakni memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.


Dari sebuah meja makan sederhana pada Jumat siang itu, lahir pesan bahwa komunikasi yang terbuka, saling menghormati, dan menjaga independensi sesuai kode etik masing-masing profesi merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik. Sinergi yang terjalin melalui silaturahmi seperti ini diharapkan terus menjadi jembatan untuk menghadirkan informasi yang berkualitas sekaligus mendukung terciptanya penegakan hukum yang profesional, transparan, dan humanis.

×
Berita Terbaru Update