-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

UIN Imam Bonjol Padang Benahi Kampus Pascabencana, Wakil Rektor II: Mohon Kesabaran Sivitas Akademika

Jumat, 10 Juli 2026 | Juli 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-10T06:49:55Z
Wakil Rektor II UIN Imam Bonjol Padang, Dr. Lukmanul Hakim, M.Ag, menjelaskan proses rehabilitasi infrastruktur Kampus III UIN IB Padang yang tengah dikerjakan pascabencana hidrometeorologi.


Padang, MP----- Hampir delapan bulan setelah diterjang bencana hidrometeorologi yang memicu longsor hebat pada akhir November 2025, Kampus III UIN Imam Bonjol Padang di kawasan Sungai Bangek kini memasuki fase pemulihan. Sejumlah infrastruktur yang mengalami kerusakan berat mulai diperbaiki sebagai bagian dari upaya mengembalikan aktivitas akademik agar berlangsung lebih aman dan nyaman.


Proyek rehabilitasi tersebut dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya sebagai pelaksana konstruksi di bawah koordinasi Satuan Kerja (Satker) Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia, yang menangani proses rehabilitasi dan pemulihan infrastruktur kampus terdampak bencana.


Di balik hiruk-pikuk alat berat dan aktivitas konstruksi yang kini mewarnai lingkungan kampus, pihak universitas berharap seluruh sivitas akademika dapat memahami bahwa proses pembangunan merupakan bagian penting dari pemulihan pascabencana.


Wakil Rektor Bidang Administrasi, Perencanaan, dan Keuangan (Wakil Rektor II) UIN Imam Bonjol Padang, Dr. Lukmanul Hakim, M.Ag, mengatakan pekerjaan rehabilitasi infrastruktur telah resmi dimulai dan saat ini sedang berlangsung.


"Kami bersyukur proses perbaikan sudah mulai berjalan. Ada tujuh titik pekerjaan yang menjadi prioritas, mulai dari rehabilitasi gedung, perbaikan atap dan loteng yang mengalami kebocoran, hingga penanganan kerusakan berat di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Saat ini proses pengerjaan dilaksanakan oleh PT Brantas Abipraya di bawah Satker Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum," ujar Lukmanul Hakim saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (10/7/2026).


Ia menjelaskan, bencana hidrometeorologi pada penghujung November 2025 meninggalkan dampak yang cukup besar terhadap aset dan fasilitas kampus. Salah satu kerusakan paling serius terjadi di kawasan FEBI, ketika lereng di antara Gedung A dan Gedung B longsor sehingga menyebabkan struktur bangunan mengalami kemiringan dan kerusakan signifikan.


Tidak hanya itu, kawasan Fakultas Syariah juga terdampak longsor yang menimbun akses jalan menuju gedung, merusak pepohonan, serta merobohkan pagar di sekitarnya. Material longsor bahkan sempat menutup akses jalan utama kampus dan mengakibatkan sejumlah kendaraan tertimbun, terdiri atas empat unit mobil dan tiga sepeda motor.


Menurut Lukmanul Hakim, seluruh pekerjaan rehabilitasi dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan aspek keselamatan konstruksi serta kualitas hasil pekerjaan agar infrastruktur kampus lebih tangguh menghadapi potensi bencana di masa mendatang.


Meski demikian, ia mengakui aktivitas pembangunan tentu membawa konsekuensi terhadap kenyamanan sivitas akademika, baik mahasiswa, dosen maupun tenaga kependidikan.


"Kami memahami selama proses pembangunan berlangsung akan ada gangguan terhadap aktivitas di lingkungan kampus, seperti kebisingan, pembatasan akses di beberapa lokasi, maupun mobilitas alat berat. Untuk itu kami memohon pengertian dan kesabaran seluruh warga kampus. Ini adalah proses yang harus kita lalui bersama demi menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman dan lebih baik," tuturnya.


Lukmanul Hakim optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target. Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, rehabilitasi infrastruktur Kampus III UIN Imam Bonjol Padang direncanakan rampung pada Oktober 2026.


"Kami berharap seluruh pekerjaan selesai tepat waktu sehingga aktivitas perkuliahan dan layanan akademik dapat berjalan semakin optimal dengan fasilitas yang telah diperbaiki," pungkasnya.

(Red)

×
Berita Terbaru Update