-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

10.000 Mangrove Ditanam di Pantai Tiram, Angkasa Pura Perkuat Komitmen Lingkungan di Sekitar Bandara

Kamis, 13 Agustus 2026 | Agustus 13, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-13T07:21:05Z
Kelompok Mangrove Tapakih bersama PT Angkasa Pura Indonesia melakukan rehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman 10.000 mangrove.


Ulakan Tapakih, MP----- Upaya menjaga kawasan pesisir sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan mendapat perhatian serius dari PT Angkasa Pura Indonesia (Persero). Bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kantor Regional III PT Angkasa Pura Indonesia melaksanakan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) 2026 melalui penanaman 10.000 batang mangrove di Korong Tiram, Nagari Tapakih, Kecamatan Ulakan Tapakih, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (13/8/2026).


Kegiatan tersebut menyasar kawasan pantai mangrove yang berada di sekitar wilayah operasional Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Penanaman dilakukan bersama Kelompok Mangrove Tapakih, organisasi masyarakat yang sejak 2021 aktif melakukan rehabilitasi dan pelestarian ekosistem mangrove di kawasan pesisir setempat.


Penanaman mangrove tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan. Lebih jauh, kegiatan ini diarahkan untuk membangun manfaat lingkungan dan sosial yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.


CEO Regional III PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), Dwi Ananda Wicaksana, mengatakan Pantai Tiram dipilih karena memiliki posisi strategis, terutama karena berada tidak jauh dari kawasan Bandara Internasional Minangkabau.


“Pemilihan Pantai Tiram karena lokasinya dekat dengan bandara. Melalui kegiatan CSR ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.


Menurutnya, program TJSL perusahaan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan sesaat, tetapi diharapkan mampu menghadirkan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan maupun masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.


Kawasan mangrove sendiri memiliki peran penting bagi wilayah pesisir. Vegetasi ini berfungsi membantu menahan abrasi, menjaga ekosistem pesisir, sekaligus menjadi habitat berbagai jenis biota. Karena itu, keberlanjutan program rehabilitasi menjadi faktor penting agar penanaman yang dilakukan benar-benar memberikan dampak ekologis dalam jangka panjang.


Harapan serupa disampaikan Ketua Kelompok Mangrove Tapakih sekaligus Wali Korong Tiram, Endri Gustami. Ia mengapresiasi dukungan melalui program TJSL tersebut dan berharap penanaman 10.000 mangrove menjadi awal dari gerakan kepedulian yang lebih luas.


“Harapan kami sebagai kelompok, kegiatan CSR ini bukan hanya sekadar kegiatan hari ini, tetapi menjadi awal dari kepedulian yang terus berlanjut. Apa yang kita tanam hari ini, mudah-mudahan dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan generasi yang akan datang,” katanya.


Endri menegaskan, Kelompok Mangrove Tapakih akan terus berupaya menjaga dan merawat kawasan yang telah direhabilitasi. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga oleh konsistensi pemeliharaan setelah kegiatan berlangsung.


Pelaksanaan kegiatan turut dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman yang diwakili Asisten Ahli, jajaran Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, unsur Forkopimda, perwakilan Polres Padang Pariaman, Camat Ulakan Tapakih, serta Penjabat Wali Nagari Tapakih.


Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah dan kelompok masyarakat tersebut menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan pesisir. Pantai Tiram kini tidak hanya dipandang sebagai ruang ekologis, tetapi juga sebagai kawasan yang memiliki potensi sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat.


Di tengah meningkatnya tekanan terhadap ekosistem pesisir, penanaman 10.000 mangrove di Pantai Tiram menjadi pesan bahwa pembangunan dan aktivitas kawasan bandara dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan. Tantangan berikutnya adalah memastikan bibit yang ditanam tumbuh, dirawat dan menjadi benteng hijau bagi pesisir Padang Pariaman hingga generasi mendatang.

(Red-MP)

×
Berita Terbaru Update