-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Annisa Suci Ramadhani Dinilai Pemimpin Paling Merakyat, Gigih Perjuangkan Fiskal Dharmasraya di Tingkat Pusat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | Agustus 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-15T07:15:14Z
Bupati Annisa Suci Ramadhani bertemu Wamendagri Bima Arya Sugiarto membahas tekanan fiskal Dharmasraya.


Pulau Punjung, MP----- Kepemimpinan Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, terus mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak. Pemerhati hukum sekaligus penulis buku kepedulian daerah asal Sumatera Barat, Idul Fitri, S.H., M.H., M.Kn., menilai sosok Annisa beserta wakilnya sebagai salah satu pasangan Bupati dan Wakil Bupati paling merakyat sepanjang sejarah Republik Indonesia, khususnya dalam jajaran pejuang perempuan dari Sumbar.


Idul Fitri, yang secara konsisten mengamati kinerja para kepala daerah sejak era reformasi 1998 hingga saat ini, menyebut keberanian Annisa dalam menghadapi warisan persoalan daerah serta keberpihakannya pada masyarakat sebagai bentuk nyata kepemimpinan yang berintegritas.


Bukti kegigihan tersebut terlihat saat Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani bertolak ke Jakarta untuk menemui Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, pada Jumat (14/08/2026). Dalam pertemuan tersebut, Annisa memaparkan secara terbuka kondisi tekanan fiskal yang dialami Kabupaten Dharmasraya akibat tingginya beban belanja pegawai.


Warisan Beban Belanja Pegawai 5 Tahun Terakhir


Dalam pertemuannya dengan Wamendagri, Bupati Annisa menjelaskan bahwa tekanan fiskal yang dirasakan Dharmasraya saat ini tidak terlepas dari tingginya porsi belanja pegawai yang telah terbentuk sejak lima tahun lalu. Rasio belanja pegawai daerah saat ini mencapai 55%, angka yang 25% lebih tinggi dari rasio ideal.


Kondisi ini membuat seluruh Dana Alokasi Umum (DAU) yang diterima dari pemerintah pusat terserap habis hanya untuk membiayai gaji dan tunjangan pegawai. Akibatnya, ruang fiskal daerah menjadi sangat terbatas untuk membiayai sektor-sektor strategis seperti infrastruktur, BPJS Kesehatan masyarakat, alokasi dana desa, hingga pelayanan publik lainnya.


Selain itu, kebijakan penataan tenaga non-ASN menjadi PPPK paruh waktu turut menambah kebutuhan anggaran belanja pegawai yang harus ditanggung daerah.


"Alhamdulillah, sejak kami dilantik, kami tidak berpangku tangan dan terus mencari solusi dari warisan persoalan ini. Kami melakukan moratorium rekrutmen pegawai dan terus melakukan efisiensi," tegas Bupati Annisa.


Langkah Terobosan: Dongkrak PAD dan CSR Perusahaan


Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, pemerintahan Annisa Suci Ramadhani membuktikan komitmennya untuk tidak membiarkan pembangunan stagnan. Berbagai langkah progresif langsung diambil untuk menutupi defisit fiskal tersebut:


Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD): Pemkab Dharmasraya berhasil mendongkrak PAD sebesar kurang lebih Rp45 miliar.


Optimalisasi Dana CSR: Pemkab menggaet keterlibatan dunia usaha hingga mampu mengumpulkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) mencapai Rp36 miliar.


Efisiensi Anggaran: Melakukan moratorium rekrutmen pegawai, pemangkasan biaya perjalanan dinas, serta efisiensi belanja rutin yang tidak berdampak langsung kepada masyarakat.


Dukungan dana hasil terobosan tersebut dialokasikan langsung untuk menjaga keberlanjutan sektor-sektor vital masyarakat, seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU), pertanian, dan pemberdayaan UMKM.


Harapkan Tambahan TKD dari Pemerintah Pusat


Meski efisiensi dan peningkatan PAD terus digenjot, Annisa menegaskan bahwa peningkatan PAD tidak boleh mengabaikan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, ia menyuarakan langsung harapan agar pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri dapat memberikan perhatian khusus berupa penambahan Transfer ke Daerah (TKD) untuk Kabupaten Dharmasraya pada anggaran 2027.


"Struktur belanja pegawai yang terbentuk sebelumnya tentu menjadi tantangan bagi kami. PAD terus kami genjot, tetapi peningkatannya juga harus mempertimbangkan kemampuan masyarakat. Karena itu, dukungan fiskal dari pemerintah pusat tetap dibutuhkan agar pembangunan dapat berjalan dengan baik," pungkas Annisa.


Langkah cepat dan transparan yang ditunjukkan Bupati Annisa ini makin mempertegas posisinya sebagai figur pejuang perempuan dari Sumatera Barat yang pantang menyerah demi kesejahteraan rakyatnya. 

(Idul Fitri/red-MP)

×
Berita Terbaru Update