-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Babako, Warisan Cinta dalam Adat Minangkabau: Langkah Penuh Restu Mengiringi Rezaneng Surya dan Ronaldi Saputra Memulai Bahtera Rumah Tangga

Jumat, 07 Agustus 2026 | Agustus 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-07T11:31:47Z
Rezaneng Surya, SAP dan Ronaldi Saputra diarak bakaliliang kampuang, melestarikan tradisi Babako yang sarat makna dan kebersamaan.


Padang, MP----- Suasana haru, bahagia, dan penuh makna menyelimuti prosesi Babako yang digelar Keluarga Besar Abak Abu Nawas (Almarhum) dan Amak Yulinar (Almarhumah) di Jalan Baru Parak Laweh, Kelurahan Parak Laweh Pulau Aia Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Jumat (7/8/2026). Prosesi adat Minangkabau tersebut dilaksanakan setelah akad nikah atau ijab kabul selesai, ketika Rezaneng Surya, SAP dan Ronaldi Saputra telah resmi dan sah menjadi pasangan suami istri.


Tradisi Babako menjadi salah satu warisan budaya Minangkabau yang sarat makna. Melalui prosesi ini, keluarga dari garis ayah atau bako memberikan dukungan moril, materi, serta restu kepada anak pisang sebagai ungkapan kasih sayang sekaligus doa bagi kehidupan rumah tangga yang baru dimulai.


Setelah kedua mempelai resmi menjadi suami istri, keluarga besar bako datang membawa berbagai hantaran berupa perlengkapan rumah tangga, pakaian, perhiasan, serta makanan adat. Setiap pemberian bukan semata-mata hadiah, melainkan lambang cinta, kepedulian, dan harapan agar pasangan pengantin menjalani kehidupan yang penuh keberkahan, kebahagiaan, dan kesejahteraan.


Suasana semakin semarak ketika Rezaneng Surya, SAP bersama suaminya Ronaldi Saputra mengikuti prosesi bakaliliang kampuang, yakni diarak dari rumah bako menuju rumah anak daro dengan jarak sekitar 2,5 kilometer. Diiringi lantunan musik gambus dan qasidah, kedua mempelai beserta rombongan keluarga berjalan penuh suka cita.


Meski matahari bersinar cukup terik, semangat keluarga dan masyarakat yang mengiringi tidak pernah surut. Tawa, senyum, serta kebersamaan mewarnai setiap langkah perjalanan. Dalam filosofi adat Minangkabau, arak-arakan tersebut menjadi simbol bahwa pasangan yang telah sah sebagai suami istri diantarkan oleh keluarga besar menuju kehidupan baru dengan restu, doa, dan kasih sayang yang tulus.


Di tengah suasana penuh kehangatan, Novriani, istri Darmen Rajo Alam, Pemimpin Redaksi Media Momen Pembaruan.com, yang juga merupakan Etek (Bako) dari mempelai wanita, menyampaikan doa bagi kedua mempelai.


"Alhamdulillah, setelah ijab kabul terlaksana dan Rezaneng serta Ronaldi resmi menjadi pasangan suami istri, hari ini kami dari keluarga bako mengantarkan doa, kasih sayang, dan restu. Semoga keduanya menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, saling mencintai, saling menghormati, diberikan kesehatan, rezeki yang halal dan berkah, serta keturunan yang saleh dan salehah. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing setiap langkah rumah tangga mereka," ujarnya.


Doa serupa disampaikan Bunda Lin Bako, Uniang Tila Bako, Ante Nur, Ante Gus, beserta seluruh keluarga besar yang hadir. Mereka berharap rumah tangga yang baru dibangun oleh Rezaneng Surya, SAP dan Ronaldi Saputra senantiasa dipenuhi kebahagiaan, kesabaran, keberkahan, serta mampu menjadi keluarga yang harmonis dan bermanfaat bagi masyarakat.


Prosesi Babako yang dilaksanakan setelah akad nikah tersebut menjadi penegas bahwa adat dan syariat berjalan seiring dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Nilai kebersamaan, penghormatan kepada keluarga, gotong royong, dan saling mendoakan menjadi warisan luhur yang terus dijaga dari generasi ke generasi.


Dengan iringan doa, lantunan qasidah, dan langkah kaki keluarga besar bako, Rezaneng Surya, SAP dan Ronaldi Saputra memulai perjalanan baru sebagai pasangan suami istri. Semoga setiap langkah kehidupan mereka senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, dipenuhi cinta, keberkahan, dan kebahagiaan hingga akhir hayat.

(Red)

×
Berita Terbaru Update