![]() |
| Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan pentingnya sinergi dalam mempercepat pembangunan Kota Padang. |
Padang, MP----- Peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 tidak sekadar menjadi momentum mengenang perjalanan panjang sejarah kota, tetapi juga menjadi titik penguatan komitmen bersama untuk membangun Padang yang lebih maju, tangguh, dan berkelanjutan.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa percepatan pembangunan tidak dapat dilakukan pemerintah secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi yang solid antara Pemerintah Kota Padang, DPRD, dunia usaha, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Menurut Fadly, kolaborasi menjadi kunci dalam menjawab berbagai tantangan perkotaan, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat hingga penanganan bencana.
“Kemajuan sebuah kota hanya dapat diwujudkan melalui sinergi yang kuat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan DPRD dan seluruh elemen masyarakat menjadi kekuatan penting untuk menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Fadly Amran.
Ia mengatakan, semangat kebersamaan tersebut semakin penting ketika Kota Padang menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi. Bencana yang melanda sejumlah wilayah pada akhir November 2025 dan kembali terjadi pada 3 Agustus 2026 menjadi pelajaran penting mengenai perlunya memperkuat ketangguhan kota menghadapi perubahan kondisi lingkungan dan cuaca ekstrem.
Pemerintah Kota Padang bersama DPRD dan berbagai unsur terkait terus melakukan langkah penanganan, mulai dari fase tanggap darurat, pemulihan hingga percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap fasilitas serta infrastruktur yang terdampak.
Fadly menegaskan, penanganan bencana tidak boleh berhenti pada respons darurat. Pemerintah harus memastikan proses pemulihan berjalan cepat sekaligus membangun sistem yang lebih siap menghadapi potensi bencana berikutnya.
“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat bisa segera bangkit. Penanganan bencana harus dilakukan secara cepat, terukur dan bersama-sama, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan Kota Padang ke depan,” katanya.
Dalam konteks HJK ke-357, Fadly menyebut pembangunan kota harus memiliki orientasi jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi, pembangunan fisik dan peningkatan kualitas pelayanan publik harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan serta memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi berbagai risiko.
Sinergi Pemerintah Kota Padang dan DPRD pun menjadi bagian penting dalam memastikan kebijakan pembangunan tetap berada pada jalur yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.
HJK ke-357 akhirnya tidak hanya menjadi perayaan usia kota, tetapi juga menjadi refleksi tentang bagaimana Padang menatap masa depan. Di tengah berbagai tantangan, pemerintah dan masyarakat dituntut menjaga semangat gotong royong agar pembangunan tidak hanya menghasilkan kemajuan secara fisik, tetapi juga menghadirkan rasa aman, pelayanan yang lebih baik, serta peningkatan kesejahteraan bagi seluruh warga.
Dengan fondasi kolaborasi tersebut, Padang diarahkan untuk tumbuh sebagai kota yang semakin tangguh menghadapi bencana, kuat secara ekonomi, adaptif terhadap perubahan, dan tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat.
(Pd/red)
