-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Jalan Payakumbuh–Sitangkai 9,5 Kilometer Rampung, Akses Warga Limapuluh Kota Makin Nyaman

Senin, 31 Agustus 2026 | Agustus 31, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-31T01:02:13Z
H. Andre Rosiade mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas jalan di Sumatera Barat.


Limapuluh Kota, MP----- Pembangunan infrastruktur jalan di Sumatera Barat kembali menunjukkan hasil. Ruas Jalan Payakumbuh–Sitangkai yang berada di Jorong Bulakan, Nagari Tanjuang Gadang, Kabupaten Limapuluh Kota, sepanjang 9,5 kilometer kini telah rampung dan mulai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


Pembangunan ruas jalan tersebut menelan anggaran sekitar Rp64 miliar melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD). Kehadiran infrastruktur ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah serta membuka akses ekonomi masyarakat.


Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, H. Andre Rosiade, menyampaikan apresiasi atas selesainya pembangunan ruas jalan tersebut. Menurutnya, penyelesaian Jalan Payakumbuh–Sitangkai menjadi bagian penting dari upaya mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat.


«“Alhamdulillah, ruas Jalan Payakumbuh–Sitangkai di Jorong Bulakan, Nagari Tanjuang Gadang, sepanjang 9,5 kilometer kini sudah rampung dan bisa dinikmati masyarakat dengan lebih nyaman dan aman,” ujar Andre Rosiade.»


Andre menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu kebutuhan penting masyarakat karena berkaitan langsung dengan mobilitas, distribusi barang, pelayanan publik, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.


Ia juga menyebut pembangunan tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, termasuk di wilayah Sumatera Barat.


“Jalan ini bukan sekadar membangun fisik, tetapi bagaimana konektivitas antardaerah semakin baik sehingga aktivitas masyarakat dan perekonomian dapat bergerak lebih cepat,” katanya.


Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi, ST, menyampaikan bahwa penyelesaian ruas Payakumbuh–Sitangkai merupakan bagian dari penguatan jaringan konektivitas jalan yang terus dilakukan pemerintah.


Menurut Elsa, peningkatan kualitas jalan di kawasan tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap masyarakat yang selama ini menggunakan jalur tersebut sebagai akses transportasi dan penghubung antarwilayah.


“Penyelesaian ruas ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas konektivitas jalan dan memberikan pelayanan infrastruktur yang lebih baik kepada masyarakat,” ujar Elsa.


Ia menambahkan, pembangunan dan peningkatan jalan di Sumatera Barat akan terus dilanjutkan secara bertahap sesuai dengan program dan dukungan anggaran pemerintah.


Rencana pengembangan konektivitas bahkan tidak berhenti pada ruas Payakumbuh–Sitangkai. Jalur Sitangkai–Guguk Cino hingga Bukit Gombak di Batusangkar ditargetkan mulai mendapatkan penanganan pada akhir 2026.


Selanjutnya, peningkatan konektivitas akan diarahkan ke jalur Batusangkar–Ombilin pada 2027.


Rangkaian pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk jaringan konektivitas yang lebih terintegrasi antara wilayah Limapuluh Kota, Tanah Datar hingga kawasan Ombilin.


Dengan semakin baiknya kondisi jalan, masyarakat diharapkan memperoleh akses transportasi yang lebih aman dan efisien. Di sisi lain, konektivitas yang meningkat juga berpotensi mendorong distribusi hasil pertanian, perdagangan, pariwisata, serta aktivitas ekonomi masyarakat di sepanjang koridor tersebut.


Pembangunan infrastruktur jalan ini sekaligus memperlihatkan bahwa program pemerintah pusat mulai diarahkan tidak hanya pada kawasan perkotaan, tetapi juga pada peningkatan akses dan konektivitas wilayah yang menjadi jalur penting bagi masyarakat di daerah.


Pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait diharapkan dapat memastikan keberlanjutan pembangunan tersebut sehingga konektivitas Payakumbuh–Sitangkai hingga Batusangkar dan Ombilin benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Sumatera Barat.

(tim-AR/MP)

×
Berita Terbaru Update