![]() |
| Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade berdialog langsung dengan masyarakat saat kunjungan lapangan. |
Pesisir Selatan, MP----- Pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat terus mendapat perhatian pemerintah pusat. Salah satunya pembangunan Jembatan Batu Kuning di Nagari Limau Gadang Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan yang kini terealisasi melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Pekerjaan Umum dengan nilai anggaran mencapai Rp4,65 miliar.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, H. Andre Rosiade, menegaskan pembangunan tersebut merupakan bagian dari perjuangan dan komitmen dirinya sebagai wakil rakyat untuk mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat.
“Alhamdulillah, perjuangan kami sebagai Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra sudah berhasil membangun Jembatan Batu Kuning dengan anggaran APBN dari Kementerian PU senilai Rp4,65 miliar,” ujar Andre Rosiade saat meninjau pembangunan tersebut.
Menurutnya, pembangunan Jembatan Batu Kuning bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan memperlancar aktivitas masyarakat. Infrastruktur yang representatif diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap mobilitas warga maupun aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Andre menilai terealisasinya pembangunan ini juga menjadi bukti perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan infrastruktur daerah.
“Ini adalah bukti komitmen Presiden Prabowo untuk melakukan percepatan pembangunan di Sumatera Barat,” tegasnya.
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Andre Rosiade tidak hanya melihat kondisi pembangunan, tetapi juga menyempatkan diri menyapa masyarakat. Ia berdialog langsung dengan warga, mendengarkan aspirasi serta berbagai masukan terkait kebutuhan pembangunan di daerah.
Suasana kunjungan berlangsung hangat. Sejumlah masyarakat terlihat antusias menyambut kedatangan Andre dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan langsung harapan mereka mengenai pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan pemerintah.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi, ST, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah dalam meningkatkan kualitas konektivitas infrastruktur jalan dan jembatan di Sumatera Barat.
Elsa menegaskan, pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam menunjang kelancaran mobilitas orang dan barang serta mendukung kegiatan sosial dan perekonomian masyarakat.
“Kami terus berupaya memastikan pelaksanaan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujar Elsa.
Bagi masyarakat, keberadaan Jembatan Batu Kuning dinilai menjadi kabar positif. Warga berharap pembangunan tersebut dapat meningkatkan akses dan memperlancar mobilitas sehari-hari.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dengan adanya pembangunan jembatan ini. Mudah-mudahan bisa digunakan dengan baik dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujar salah seorang warga.
Warga lainnya mengapresiasi langkah Andre Rosiade yang turun langsung ke lapangan dan berdialog dengan masyarakat. Menurutnya, kunjungan pejabat dan wakil rakyat secara langsung membuat aspirasi warga dapat disampaikan tanpa perantara.
“Kami senang bisa bertemu langsung dan menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Mudah-mudahan pembangunan seperti ini terus berlanjut,” kata warga lainnya.
Kehadiran Jembatan Batu Kuning diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan dukungan APBN dan koordinasi pemerintah pusat bersama pemerintah daerah serta jajaran teknis, pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat diharapkan terus mengalami percepatan.
Kunjungan Andre Rosiade yang disertai dialog langsung dengan masyarakat juga memperlihatkan bahwa pembangunan tidak berhenti pada penyelesaian proyek fisik. Aspirasi dan kebutuhan warga di lapangan tetap menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan berikutnya.
Dengan terealisasinya pembangunan Jembatan Batu Kuning senilai Rp4,65 miliar tersebut, masyarakat berharap perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat semakin meningkat dan menyentuh lebih banyak kawasan yang membutuhkan.
(Red/tim-AR)
