![]() |
| Kapolri Listyo Sigit Prabowo menerima penghargaan Anggota Kehormatan Tapak Suci sebagai simbol penguatan persaudaraan dan sinergi. |
Semarang, MP----- Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. menghadiri Apel Pembukaan Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (8/8/2026). Dalam momentum tersebut, Kapolri dianugerahi gelar Anggota Kehormatan Tapak Suci oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci, Drs. H. Muhammad Afnan Hadikusumo.
Penghargaan tersebut tidak sekadar menjadi simbol kehormatan, tetapi juga menegaskan eratnya hubungan antara Polri dan keluarga besar Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Kapolri menyebut gelar itu sebagai sebuah amanah sekaligus pengikat persaudaraan untuk bersama-sama menjaga keutuhan bangsa.
“Penghargaan ini merupakan amanah sekaligus pengikat tali persaudaraan antara Polri dan keluarga besar Tapak Suci untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara,” demikian pesan Kapolri dalam kesempatan tersebut.
Menurut Sigit, Tapak Suci memiliki modal sosial yang kuat untuk mengambil bagian dalam menjaga stabilitas nasional. Jaringan kader yang tersebar di berbagai daerah, terutama kalangan generasi muda, dinilai dapat menjadi mitra strategis Polri dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks.
Kapolri menilai tantangan bangsa saat ini tidak hanya berkaitan dengan keamanan konvensional. Dinamika geopolitik, ketidakpastian ekonomi global, perkembangan teknologi informasi, hingga derasnya arus disinformasi telah menciptakan persoalan baru yang berpotensi memengaruhi ketahanan sosial masyarakat.
Dalam situasi tersebut, sinergi antara aparat negara dan organisasi kemasyarakatan menjadi semakin penting. Tapak Suci diharapkan mampu mengambil peran sebagai “cooling system” di tengah masyarakat, yakni ikut meredam potensi konflik, membangun komunikasi yang sehat, serta menjaga persatuan ketika terjadi perbedaan pandangan.
Peran tersebut semakin relevan di tengah maraknya hoaks dan provokasi di ruang digital. Informasi yang tidak terverifikasi dapat dengan cepat memicu kesalahpahaman dan memperlebar polarisasi. Karena itu, kader Tapak Suci didorong menjadi bagian dari kekuatan masyarakat yang mampu menyaring informasi sekaligus mengedukasi lingkungan sekitarnya.
Selain menjaga ketahanan sosial, Kapolri juga menekankan pentingnya membentengi generasi muda dari ancaman narkoba, judi online, serta berbagai bentuk kekerasan. Ancaman tersebut dinilai dapat merusak masa depan generasi muda sekaligus melemahkan ketahanan keluarga dan masyarakat.
Tapak Suci dengan karakter pendidikan kedisiplinan, olahraga, pembinaan mental dan nilai-nilai keislaman dinilai memiliki ruang besar untuk memperkuat pembentukan karakter generasi muda. Kekuatan tersebut dapat menjadi modal penting dalam membangun anak bangsa yang tangguh, berintegritas, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Muktamar XVI Tapak Suci menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas kontribusinya bagi bangsa. Lebih dari sekadar forum organisasi, pertemuan tersebut mencerminkan potensi besar kekuatan masyarakat sipil dalam mendukung terciptanya keamanan, persatuan dan ketahanan nasional.
Bagi Polri, kemitraan dengan organisasi seperti Tapak Suci merupakan bagian dari pendekatan keamanan yang menempatkan masyarakat sebagai kekuatan utama. Ketika aparat, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, pemuda dan masyarakat bergerak dalam semangat yang sama, berbagai potensi gangguan sosial dapat dicegah sejak dini.
Pengukuhan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan Tapak Suci pun menjadi simbol dari semangat tersebut: membangun persaudaraan, memperkuat sinergi dan menghadirkan kontribusi nyata bagi Indonesia yang aman, damai serta berdaya tahan menghadapi berbagai tantangan zaman.
